Pasangan Calon (paslon) yang melengkapi berkas pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Gresik baru dari Ahmad Nurhamim dan Junaidi (Arjuna). Mereka mendatangi Gedung KPU Gresik, Jl. Wahidin SH 690 Gresik pada hari Rabu (5/8) pukul 15.00 WIB. Mereka diantar oleh kader partai pengusung yaitu Partai Golkar.

Mereka diterima oleh Komisioner KPU Gresik yaitu Ketua Ahmad Roni dan Pokja yang membidangi pencalonan yaitu Chairus Zimam, di ruang pendaftaran pasangan calon.  Setelah penyerahan dan penelitian berkas kembali, sekitar 30 menit kemudian kegiatan itu selesai.

 Kedatangan paslon Arjuna ini mengawali paslon yang akan melakukan kelengkapan berkas pencalonan.  KPU Kab Gresik akan menunggu dua paslon lainnya yaitu Husnul Khuluq-Ahmad Ruba'ie dan Sambari Halim Radianto-M Qosim.  Masih ada waktu hingga tanggal 7 untuk melengkapi kekurangan berkas pencxalonan.

 Sementara Ahmad Nurhamim ketika keluar dari ruangan menyatakan bersyukur sudah melengkapi berkas syarat pencalonan. “Kami serahkan semua kekurangan, kecuali surat tanda terima penyerahan LHKPN (laporan harta kekayaan penyelenggara negara)," kata Nur Hamim kepada wartawan.

 Beberapa berkas syarat calon yang diserahkan kemarin seperti surat keterangan tidak dicabutnya hak pilih atas dirinya, SKCK, tidak pernah dihukum. Serta surat keterangan bahwa dirinya tidak punya tanggungan atau hutang yang berkaitan dengan kerugian negara dan keterangan jika dirinya tidak dinyatakan sedang pailit.

 Ditambahkan oleh dia, pelengkapan berkas yang dilakukannya itu sebagai bukti jika dirinya memang tidak main-main dalam pilkada serentak di Gresik. "Ini adalah bagian dari komitmen kami dan keseriusan kami," ujarnya terkait isu santer bahwa Arjuna hanyalah paslon boneka, yang sengaja dimunculkan.

 Sementara itu, Akhmad Roni, ketua KPU Kabupaten Gresik, membenarkan bahwa kedatangan 'Arjuna' ke kantor KPU untuk melengkapi berkas syarat calon dari hasil verifikasi beberapa waktu lalu. "Iya, tadi sudah diserahkan kepada kami dan hanya tinggal satu yang belum. Yaitu surat tanda terima dari LHKPN," terangnya.

 Menurutnya, Arjuna tetap harus melengkapi kekurangan tersebut sebelum batas waktu perbaikan selesai pada Jum'at nanti (7/8). "Untuk yang dua paslon lainnya masih belum menyerahkan. Jika nanti sampai melewati tanggal 7 Agustus 2015 masih belum ada yang melengkapi maka bisa dicoret," tukasnya. (ist/vet/kpugres)