Komitmen pelaksanaan kampanye damai dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gresik, disepakati. Kamis malam, (27/8), ketiga Pasangan Calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati telah berikrar sekaligus menandatangani kesepakatan deklarasi kampanye damai di Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP), jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik.

Agenda deklarasi kampanye damai diawali dengan doa bersama. Setelah itu, ketiga paslon Bupati dan Wakil Bupati Gresik, mengucapkan butir-butir kesediaan melaksanakan kampanye damai yang dipimpin oleh Makmun, komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Divisi Sosialisasi dan Parmas (partisipasi masyarakat).

Ikrar kesepakatan kampanye damai juga diperkuat dengan penandatanganan oleh para calon. Hadir ikut menyaksikan, Kapolres Gresik, Dandim 0817 Gresik, serta Ketua Panwaslih (Panitia Pengawas Pemilihan) Kabupaten Gresik.

Ketua KPU Kabupaten Gresik, Akhmad Roni mengatakan, pelaksanaan kampanye pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dimulai pada tanggal 27 Agustus sampai 5 Desember nanti (5/12). "Sehingga perlu diawali dengan deklarasi kampanye damai," kata Roni dalam sambutannya  (27/8).

Salah satu butir kesepakatan, atau ikrar kampanye damai antara lainnya paslon harus siap dipilih dan siap tidak dipilih. "Setiap calon harus siap dipilih dan siap tidak dipilih dalam pemilihan Buato dan Wakil Bupati tahun 2015, dengan semangat kompetisi yang sehat dan demokratis," urainya.

Lebih jauh dijelaskan dia, terdapat dua mekanisme dalam pelaksanaan kampanye. Yaitu, kampanye yang dimotori langsung dari penyelenggara atau KPU dan kampanye versi paslon atau tim.

Gambaran kampanye yang diprakarsai oleh KPU, antaranya berbentuk debat terbuka yang diselenggarakan di stasion televisi. Kemudian pemasangan alat peraga di media massa. "Bisa cetak atau elektronik, yang sumber dananya dibiayai dari APBD tahun 2015," lanjutnya.

Sedangkan, kampanye yang dapat dilakukan paslon atau tim seperti rapat terbatas, pertemuan tatap muka langsung, atau kampanye dalam bentuk lain.

Adapun mengenai kampanye dalam bentuk rapat umum, masing-masing paslon hanya diberikan kesempatan sekali. Misalnya dengan mendatangkan sosok jurkam (juru kampanye) secara terbuka.

"Kalau seperti jalan sehat, peringatan HUT boleh. Karena pada dasarnya kami lebih banyak mendorong paslon untuk bisa bertemu langsung dengan masyarakat," jelasnya.

Selain itu, Roni juga menegaskan, bahwa paslon atau tim kampanye dilarang mencetak dan menyebarkan bahan kampanye. Atau memasang alat peraga di tempat-tempat tertentu maupun media massa. "Yang diundang adalah masing-masing paslon, pendukung, tim kampanye dan perwakilan dari parpol pengusung serta element masyarakat," pungkasnya.

Diketahui, pesta demokrasi pemilihan calon Bupati dan Wakil Bupati Gresik diikuti oleh tiga paslon. Nomor urut calon pertama, ada duet Sambari Halim Radianto-Moh. Qosim, calon petahana yang diusung dari PKB dan Partai Demokrat.

Sedangkan, urutan nomor calon 2 adalah Husnul Khuluq-Ahmad Rubaie (Berkah) yang diberangkatkan dari koalisi PDIP, PAN dan Partai Gerindra. Kemudian nomor urutan ketiga, ditempati paslon Ahmad Nur Hamim-Junaidi (Arjuna) dari Partai Golkar. (ist/kpugres)