Salah satu cara untuk meningkatkan partisipasi pemula dalam even pemilihan/pemilu adalah dengan memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah menengah atas (SMA). Karena sebagian dari siswa-siswinya sudah berumur 17 tahun, sebagai salah satu syarat untuk dapat menjadi pemilih. Kegiatan ini menjadi salah satu ageda lanjutan yang sebelumnya sudah dilaksanakan pada tahun 2016.  

Puluhan lembaga sekolah sudah didatangi, untuk diberikan paparan terkait kepemiluan dan demokrasi. Tetapi semuanya berada di wilayah kota. Sehingga perlu dikembangkan lagi menyasar sekolah-sekolah di kecamatan lain. 

“Untuk tahun 2017 ini, diagendakan sosialisasi di 24 sekolahan yang ada wilayah Kabupaten Gresik minus Bawean dan Gresik kota,” ujar Makmun, Divisi SDM dan Parmas, Senin (6/3/2017).

KPU tidak bisa mengagendakan banyak sekolah yang didatangi, mengingat kesiapan sekolah tersebut dan agenda sekolah seperti jadwal UTS, Unas dan yang lain. Rencananya dalam 1 bulan KPU Kabupaten Gresik akan melakukan sosialisasi ke Lembaga Pendidikan SLTA se Kabupaten Gresik dan 2 sampai 4 Sekolah.

“Kita sudah melakukan koordinasi ke kantor Diknas Kabupaten Gresik pada tanggal 21 Februari 2017 lalu untuk meminta data-data nama Lembaga Pendidikan SLTA yang ada di kabupaten Gresik, “ tambah Makmun.

Sosialisasi ke sekolah yang dimulai pada Bulan Maret  2017 memilih secara acak sekolah yang akan didatangi. Diprioritaskan yang mempunyai jumlah siswa- siswi banyak, sehingga misi sosialisasi agar dapat menjaring calon pemilih pemula lebih banyak lagi tercapai. (vet/kpugres)