Tahapan Penyelenggaraan Pilgub Jawa Timur 2018 memasuki agenda pengolahan data serta pemutakhiran data dan daftar pemilih. KPU Kabupaten Gresik juga menyiapkan sumber daya manusia di tingkat kecamatan. Diantaranya dengan membekali Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan pada hari sabtu, (23/12/2017). pemilih 5

Para peserta dari PPK se-Kabupaten Gresik minus dari Pulau Bawean yang terdiri ketua PPK, Divisi Program dan Data, serta 1 staf sekretariat PPK.

Akhmad Roni, Ketua KPU Gresik dalam pembukaannya menyampaikan jika tahapan pemutakhiran daftar ini merupakan tahapan yang paling panjang dalam pemilu. Sehingga  setiap petugas diharapkan dapat bekerja secara optimal dan cermat.

“Mengingat tahapan ini sangat mempengaruhi instrument yang lain, kami berharap para petugas bekerja seteliti dan sedetil mungkin. Karena pekerjaan ini juga menyangkut penyiapan jumlah TPS, jumlah surat suara dan yang lainya,” ujar Roni

Ia menekankan bahwa hak suara warga jangan sampai hilang hanya karena kelalaian petugas. Harapannya, pada Pilgub 2018 tidak ada lagi kejadian adanya warga yang mempunyai hak pilih, tetapi tidak terdaftar dalam DPT, maupun sebaliknya ada warga yang terdata ganda.

pemilihMateri Bimtek Pemutakhiran Daftar Pemilih tersebut, disampaikan oleh Abdullah Sidiq Notonegoro selaku anggota KPU Gresik Divisi Program Data. Ia menyampaikan bahwa daftar pemilih merupakan elemen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pemilihan/pemilu

“Baik dan buruknya daftar pemilih akan mempengaruhi baik buruknya kualitas penyelenggaraan dan kualitas hasil pemilu. Jika daftar pemilihnya tidak baik, dapat dipastikan proses dan hasil pemilu akan tidak baik. Sebaliknya dengan daftar pemilih yang berkualitas, proses dan hasil pemilu akan menjadi lebih baik, “ tegas Sidik.

Untuk menghasilkan data pemilih yang berkualitas akan dibentuk Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) di setiap TPS 1 Orang yang nantinya akan dibimbing terlebih dahulu sebelum bertugas ke lapangan. (kpugres/mun/v)