Penataan Daerah Pemilihan (Dapil) adalah hal yang strategis karena menyangkut nasib partai politik dan para pelaku di dalamnya. Dapil merupakan arena pertarungan saat para calon legislatif untuk mendapatkan suara terbanyaknya. Sehingga KPU memandang penting dalam penataan dan penyusunan dapil serta alokasi kursi di Dewan.

penataan dapil (6)Hal ini disampaikan Ahmad Roni, ketua KPU Kabupaten Gresik sekaligus Divisi Teknis saat memberikan pengantar pada acara Penyusunan Penataan Dapil dan Alokasi Kursi serta Simulasi Penghitungan Alokasi Kursi Anggota DPRD Gresik pada Pemilu 2019, di Hotel Pesonna Gresik, Selasa (19/12/2017)

“Kami sudah mengawali pertemuan dengan partai politik dan fraksi serta stake holder terkait penataan Dapil ini sebelumnya. Ini adalah pertemuan kedua, nanti kita akan jadwalkan pertemuan-pertemuan berikutnya,” ujar Roni.

Dari hasil pertemuan dan simulasi nantinya akan diajukan usulan Dapil oleh KPU Kabupaten/Kota. Selanjutnya  ada uji publik sebelum penyerahan pengajuan ke KPU RI lewat KPU Propinsi.  KPU RI dalam memutuskan Dapil ada agenda untuk berkonsultasi dengan DPR RI. Selanjutnya akan mengerucut pada keputusan Dapil di Kabupaten Gresik. Apakah tetap menggunakan jumlah dapil sebelumnya, atau ada penataan baru ataukah juga ada pergeseran jumlah kursi ke dapil lain.

Prinsip pembentukan dapil dengan memperhatikan prinsip kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integralitas wilayah, berada dalam cakupan, wilayah yang sama, kohesivitas dan kesinambungan.

 “Dari hasil pertemuan-pertemuan dengan partai, stake holder masyarakat, KPU Kabupaten/kota menyampaikan usulan kepada KPU RI. Penetapan ada di tangan KPU RI setelah bertemu dengan DPR RI,” tambah Roni (kpugres/vet)