sosialisasi adhoc

Jelang pesta demokrasi pemilihan umum tahun 2019 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik mengundang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-kabupaten Gresik beserta sekretaris PPK. Kegiatannya, sosialisasi tahapan rekrutment badan adhoc penyelenggara pemilu 2019. Sosialisasi ini dilaksanakan di  Hotel Saptanawa Gresik, Selasa (20/02/2018). Pembentukan badan adhoc untuk pemilu 2019 di Kabupaten Gresik, akan menggunakan sistem evaluasi. Penilaian dilakukan oleh PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) terhadap rekan kerja masing-masing dan panitia penyelenggara setingkat di atasnya. KPU Kabupaten Gresik akan mengevaluasi PPK dan PPK akan mengevaluasi PPSnya. Hasil penilaian ini akan direkapitulasi oleh KPU Kabupaten Gresik untuk menentukan personil yang akan dilibatkan kembali dalam Pemilu 2019. 5 orang PPK akan dikerucutkan menjadi 3 orang sesuai dengan aturan perundang-undangan. Sedangkan PPS masih tetap 3 orang.

“Karena PPK berjumlah 5, Nanti 4 anggota PPK akan mengevaluasi 1 orang kawannya, begitu juga kawan yang lain akan dievaluasi 4 orang kawannya juga. Kemudian sekretaris dan KPU ikut serta mengevaluasi,” ujar Roni, ketua KPU Gresik dalam sambutannya. 

Sedangkan, Makmun selaku Divisi SDM dan Parmas menambahkan, dengan melibatkan rekan kerjanya diharapkan hasil evaluasi itu akan lebih valid dan obyektif karena rekan kerja dan sekretaris ikut menilai (evaluasi-red)

“Nanti ada baanyak penilaian, diantaranya terkait keaktifan anggota PPK/PPS, keaktifan berpendapat dan konsekwensi dalam menindaklanjuti keputusan, tingkat kehadiran, kenetralan terhadap parpol hingga pola kordinasi dengan sekretariat,” tandas Makmun.

Penilaian PPK dan PPS  harus dilakukan secara objektif dan serius, tidak karena kawan atau golongan. Apapun hasilnya nanti, harapan Makmun, semua akan guyup rukun demi kelancaran dan kesuksesan Pilkada maupun Pemilu. (kpugres/hajar/v)