Kepala Daerah dan Harapan Publik

By Admin on Mar 02, 2018 with 0 Commnets

Oleh: Kholil  (Tenaga Pendukung KPU Kabupaten Gresik)

Empat bulan lagi tepatnya tanggal 27 Juni 2018 Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengadakan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) serentak.  Sebanyak 171 kepala daerah akan dilahirkan dalam pesta demokrasi serentak ini. Masyarakat jamak telah menaruh banyak harapan dan ekspektasi besar akan sebuah restorasi besar dan revolusi demokrasi dari pilkada.  Menurut saya, masyarakat luas sudah cerdas, mereka mengharapkan sosok pemimpin yang cepat tanggap beraksi mencari solusi bukan sekedar pamer janji dan sensasi. Mereka ingin pemimpin masa depan diisi orang-orang yang tidak hanya cerdas intelektual tapi juga baik akhlak dan perangainya. Satu lagi pemimpin yang sulit dicari adalah pemimpin yang wira’I atau pemimpin yang takut menggunakan anggaran daerah tidak untuk kepentingan masyarakat.

Publik juga mengharapkan pemimpin yang humble, sederhana dan ramah kepada rakyatnya hal itu karena gaya hidup seseorang bisa menentukan penggunaan budget yang ada, kalau seorang gajinya 20 juta perbulan tapi gaya hidupnya 100 juta perbulan maka ia akan menghalalkan segala cara untuk menutup gaya hidupnya tersebut.

Namun, harapan rakyat ini akan selalu jadi impian di siang bolong yang nirmakna kalau kita baik rakyat maupun politisi tidak menegakkan prinsip-prinsip demokrasi yang jujur, adil, transparan, dan akuntable.

Di sinilah peran semua lapisan masyarakat selalu mengawasi, proaktif dan menyukseskan PILKADA  SERENTAK yang diadakan di tahun politik ini yaitu tahun 2018. Masyarakat jangan mau diberi money politik yang tak seberapa dibandingkan kerusakan sebuah daerah, jangan sampai dikibuli dengan janji-janji. Kalau pilihan kita ngawur tanpa tahu siapa yang kita pilih maka kita akan salah pilihan. beberapa detik kita memilih akan menentukan lima tahun sebuah daerah tambah makmur atau mundur. (kpugres/v)