Pleno APK

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur JawaTimur 2018 tinggal tiga bulan lagi. Tahapan kampanye sudah dimulai, KPU Kabupaten Gresik mengundang Tim Sukses Pasangan Calon untuk berkoordinasi terkait Alat Peraga Kampanye, pada Jum’at pagi 16 Maret 2018. Rakor berlangsung di Aula KPU Gresik dihadiri oleh Partai Politik yang menjadi pendukung dua pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. Tim Sukses pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dan Tim sukses pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.Acara tersebut dihadiri oleh seluruh anggota KPU kabupaten Gresik, ketua Panwaskab Gresik, unsur kepolisian dan unsur Satuan Polisi Pamong Praja dan tim pokja divisi kampanye KPU kabupaten Gresik.

KegiatankoordinasitersebutdibukaolehKetua KPU Gresik, Akhmad Roni, iamenyampaikanterimakasihataskehadiran para undangan, terkait PKPU No. 4 Tahun 2017, beberapahalperludidiskusikanbersama.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait PKPU No. 4 tahun 2017 yang perlu dilakukan tim sukses pasangan calon, KPU hanya bisa memfasilitasi. Harapannya perwakilan tim kampanye paslon berdiskusi bersama agar pelaksanaan kampanye bisa berjalan lancar, "imbuhnya.

Ditambahkannya, secara teknis pada aturan KPU yang berlaku sekarang, KPU sediakan alat peraga dan setiap pasangan calon juga bisa memasang dengan kuota tertentu. Prosentasenya yang diatur 150 prosen. Sebagai misal, KPU sediakan 5 alat peraga maka paslon bisa membuat 7 peraga.

Selanjutnya jalannya rakor, Kegiatan Koordinasi tersebut dipimpin oleh Anggota KPU Gresik Divisi SDM dan Parmas, Makmun, ia mengapresiasi terhadap para undangan yang hadir. Kegiatan bertujuan untuk menggali masukan-masukan yang perlu didiskusikan bersama terkait titik lokasi alat peraga kampanye, dan tambahan yang dicetak oleh masing-masing tim Paslon.

“Dari 129 hari efektif ada 10 hari libur nasional yang menjadi kesepakatan pada hari itu untuk break kampanye, “ jelasnya.

Ketua Panwaskab Gresik, Imron menyampaikan terkait pendirian posko kemenangan, bahwasannya Panwaskab mempersilahkan KPU dan tim kampanye paslon untuk membuat kesepakatan. “Terkait keberadaan mobil branding tidak diperbolehkan karena berupa stiker berukuran 5x10cm sesuai dengan ketentuan yang diatur,” tambahnya.

Kegiatan koordinasi berjalan lancar dan para undangan begitu antusias menyampaikan usulannya, penjelasan sangat gamblang disampaikan anggota KPU Gresik divisi SDM dan Parmas, Makmun.

(Kpugres/Yayan)