Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik berupaya menekan angka Golput di kalangan akademisi. Kali ini yang mendapat giliran sosialisasi adalah Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Kamis (19/04/2018).

Menyentil pepatah kuno A Fish Rots from the Head Down (Ikan itu busuk dari kepalanya), Komisioner KPU Gresik Abdullah Sidik Notonegoro mengingatkan para mahasiswa agar tidak salah memilih pemimpinnya, jangan mau hati nurani mahasiswa ditukar dengan uang atau hadiah yang  tak seberapa. Untuk itulah hendaklah mahasiswa memilih menggunakan hati  tanpa menanggalkan sikap hati-hati sehingga tidak salah dalam menentukan pilihannya.

“Mahasiswa itu harus idealis jangan jadi mahasiswa pragmatis, jadilah mahasiswa yang pikirannya jernih dan dewasa, jangan hanya pakai jaket mahasiswa tapi pikirannya masih seperti anak SD kelas 13. Untuk itu, mahasiswa harus memilih, jikalau semua calonnya baik maka pilihlah yang terbaik dan jikalau semua calonnya jelek maka pilihnya yang paling sedikit jeleknya,” kata Sidik.

Adapun pemateri kedua Drs. Hamim Fathan mengajak mahasiswa iri akan kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara dulu seperti Dinasti Sailendra pada mas kepemimpinan raja Samaratungga (812-833 M) yang mampu membangun candi Borobudur. Begitu juga kerajaan Majapahit pada masa Raja Hayam Wuruk dan patih Gajah Mada yang mampu menyatukan Nusantara.

“Semua kejayaan itu tidak mungkin terwujud tanpa hubungan baik antara pemerintah dan rakyatnya” tandasnya.

Acara sosialisasi tersebut disambut antusias mahasiswa terbukti jumlah kehadiran mahasiswa yang hadir melebihi undangan. Selain itu, mereka juga banyak bertanya menanyakan pemilukada dan dinamika politik di Indonesia. (kpugres/kholil/vet)