Pada Pagelaran Seni Budaya yang disuguhkan dalam rangka Sosialisasi Pemilu Serentak Tahun 2019, pegawai perempuan di KPU Gresik terlihat berbeda. Mereka memakai kostum kebaya sebagai seragam khusus para perempuannya.  Alhasil, mereka terlihat cantik dan anggun dengan balutan kebaya dan jarit modern.

Elvita Yuliati, anggota KPU Gresik yang satu-satunya perempuan mengatakan bahwa Kartini adalah Pahlawan  perempuan yang dapat menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia agar tidak kalah dalam berkiprah di ranah publik.  

“Memang, menggunakan kebaya hanya salah satu bentuk untuk menghormati  Ibu Kartini yang ikut memperjuangkan kaum perempuan  agar  tidak kalah dengan para prianya dalam mengekplorasi  kemampuan positifnya, tanpa harus meninggalkan kodratnya sebagai perempuan, “ ujar Elvita di sela-sela acara  Seni Budaya Sosialisasi Pemilu 2019, Sabtu (21/0/2018). Akhirnya dari hasil diskusi dengan para pegawai perempuan di KPU Gresik, disepakati dalam acara Seni Bidaya akan memakai kebaya.  Karena pegawai pria menggunakan seragam sosialisasi  warna biru, maka untuk menyesuaikan, kerudung perempuannya didominasi warna biru juga. (kpugres/vet)

 

Sosialisasi Pemilu, Gelar Seni Budaya

By Admin on Apr 21, 2018 with 0 Commnets

Menyongsong pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik menggelar kegiatan Pagelaran Seni dan Budaya. Kegiatan ini merupakan acara serentak KPU se-Indonesia yang diinstruksikan oleh KPU Republik Indonesia.

Di Gresik, acara Gelar Seni Budaya dipusatkan di Gedung Wahana Ekpresi Poesponegoro (WEP), Jalan Jagung Suprapto Kecamatan Gresik, Sabtu (21/4/2018). Masyarakat dan undangan yang hadirterlihat antusias. Mereka berasal dari elemen Partai Politik, Lembaga Pendidikan hingga komunitas dan masyarakat

Anggota KPU Kabupaten Gresik Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat, Makmun, mengatakan, pagelaran seni dan budaya dilaksanakan dalam rangka menyongsong Pemilihan Umum Tahun 2019.“Melalui kegiatan ini kami ingin mensosialisasikan kepada masyarakat akan pelaksanaan pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April tahun 2019 mendatang,” katanya.

Pagelaran seni dan budaya secara dimulai dengan paduan suara yang menyanyikan lagu Indonesia Raya, Padamu Negeri dan  Mars Pemilu, Kemudian sambutan resmi oleh Ketua KPU Gresik, Akhmad Roni. Ia menjelaskan terkait partai politik yang lolos menjadi peserta Pemilu, Kapan  Pelaksanaan Pemungutan Suara hingga elemen apa saja yang akan dipilih saat pemilu serentak nanti.

"Semoga semua rangkaian tahapan pemilihan umum  tahun 2019 dari awal hingga akhir lancar, dan partisipasi pemilih memenuhi target yang sudah dtetapkan, “ ujar Makmun.

Sementara kesenian dan budaya daerah yang ditampilkan antara lain, tarian tradisional Kercengan Bawean, Pencak Silat, Seni Mocopat dan Pencak macan. (kpugres/makmun/vet)

 

Sebagai puncak acara, atraksi Pencak Macan menyedot perhatian para undangan yang hadir pada Acara Sosialisasi Pemilu Serentak Tahun 2019. Kegiatan sosialisasi serentak KPU Se- Indonesia ini diinstruksikan oleh KPU RI dengan menampilkan budaya lokal yang ada di daerah masing-masing.  Pencak Macan yang dalam penampilannya ada berbagai unsur diantaranya macan sebagai lambang keserakahan dan haus menjadi pemimpin, monyet dengan segala sifat jahil, suka meniru, tidak punya pendirian dan lainnya. Juga ada peranan gendruwo yang melambangkan kejahatan, kelicikan dan menakutkan.

“Dalam atraksi ini, mereka bertarung antara yang jahat, jahil, serakah dan bentuk negatif lainnya. Dan akhirnya yang menang tetap sifat baik dan yang dapat mengayomi semuanya, “ ujar Makmun, Anggota KPU Gresik, Divisi SDM dan Parmas.

Hanya saja kata Makmun, dalam atraksi tersebut, tidak ada kalah dan memang. Hanya sebagai hiburan semata. Tetapi dalam dalam atraksi tersebut, dapat juga disimbolkan sebagai pertarungan dalam pemilu nanti, yang menjadi pemenangnya adalah yang mendapat suara terbanyak. Karena memang dianggap dapat mengayomi masyarakat dan sesuai harapan masyarakat Indonesia.

Atraksi yang diwarnai dengan kelucuan karena gaya monyet yang kadang menggoda dan menjaihili undangan. Kemudian pertarungan macan yang seperti macan beneran hingga pertarungan gendruwo yang digambarkan dengan topeng menakutkan.

“Lucu dan tegang. Tetapi banyak menginspirasi dan menggambarkan tentang masyarakat kita sesungguhnya. Bagaimanapun aksi pertarungan dalam pemilu nanti, kami berharap tetap aman damai dan menghasilkan pimpinan sesuai dengan harapan masyarakat,” ujar Bahtiar Rifai, salah satu penonton.

Acara ini berlangsung di Gedung Wahan Ekspresi Poesponegoro (WEP), Jalan JaksaAgung Soeprapto Gresik, yang dimulai pada pukul 20.00 hingga selesai (kpugres/vet)

 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik berupaya menekan angka Golput di kalangan akademisi. Kali ini yang mendapat giliran sosialisasi adalah Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Kamis (19/04/2018).

Menyentil pepatah kuno A Fish Rots from the Head Down (Ikan itu busuk dari kepalanya), Komisioner KPU Gresik Abdullah Sidik Notonegoro mengingatkan para mahasiswa agar tidak salah memilih pemimpinnya, jangan mau hati nurani mahasiswa ditukar dengan uang atau hadiah yang  tak seberapa. Untuk itulah hendaklah mahasiswa memilih menggunakan hati  tanpa menanggalkan sikap hati-hati sehingga tidak salah dalam menentukan pilihannya.

“Mahasiswa itu harus idealis jangan jadi mahasiswa pragmatis, jadilah mahasiswa yang pikirannya jernih dan dewasa, jangan hanya pakai jaket mahasiswa tapi pikirannya masih seperti anak SD kelas 13. Untuk itu, mahasiswa harus memilih, jikalau semua calonnya baik maka pilihlah yang terbaik dan jikalau semua calonnya jelek maka pilihnya yang paling sedikit jeleknya,” kata Sidik.

Adapun pemateri kedua Drs. Hamim Fathan mengajak mahasiswa iri akan kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara dulu seperti Dinasti Sailendra pada mas kepemimpinan raja Samaratungga (812-833 M) yang mampu membangun candi Borobudur. Begitu juga kerajaan Majapahit pada masa Raja Hayam Wuruk dan patih Gajah Mada yang mampu menyatukan Nusantara.

“Semua kejayaan itu tidak mungkin terwujud tanpa hubungan baik antara pemerintah dan rakyatnya” tandasnya.

Acara sosialisasi tersebut disambut antusias mahasiswa terbukti jumlah kehadiran mahasiswa yang hadir melebihi undangan. Selain itu, mereka juga banyak bertanya menanyakan pemilukada dan dinamika politik di Indonesia. (kpugres/kholil/vet)

 

sosialisasi Qomarudin

Mendekati pemilih pemula dan mahasiswa, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik mengadakan sosialisasi di ruang pertemuan kampus Institut Agama Islam (IAI) Bungah Gresi, Selasa (17/04/2018) April 2018 mulai jam 13.00 WIB hingga selesai.Acara ini disambut hangat oleh rektor IAI Qamarudin, Lutfi Hakim dalam sambutannya ia mengatakan bahwa tujuan sosialisasi ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terutama para pemilih pemula dan bukannya mengarahkan para mahasiswa untuk memilih pasangan tertentu dari calon Gubernur dan wakil Gubernur Jatim 2018.

Dalam sosialisasi ini, Akhmad Roni, Ketua KPU Kabupaten Gresik mengajak para mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dan tidak apatis dalam Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Jatim 2018. Kalau ada pasangan calon yang tidak baik maka kita bisa menghukum mereka dengan tidak memilih mereka.

“Mahasiswa bisa melihat baik tidaknya pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur dengan cara melihat visi dan misi masing-masing paslon, visi misi tersebut bisa kita ketahui dari debat publik yang diselenggarakan 3 kali oleh KPU Jatim dan disiarkan langsung oleh salah satu stasiun Telivisi, bisa juga melalui website KPU Jatim maupun media lainnya” imbuh Roni.

Sedangkan pemateri kedua, Mohammad Mudloffar, dari kampus setempat mengatakan bahwa Islam dan demokrasi tidaklah bertentangan. Memang tidak ada ajaran Nabi SAW terperinci tentang Pemilu, akan tetapi beliau menyuruh untuk memilih pemimpin.

"Pemilihan baik langsung ataupun tidak langsung, itu hanyalah bungkus atau casing, tapi contentnya adalah pemilihan pemimpin yang jujur, adil dan bisa mengemban amanah itulah intinya, “ tegas Mudloffar.

Acara ini disambut antusias oleh para mahasiswa, terbukti sekitar 100 Mahasiswa yang hadir tidak beranjak hingga acara berakhir. Semoga sebagai parameter bahwa partisipasi masyarakat untuk pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur 2018 akan meningkat. (kpugres/kholil/vet)

 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik terus gencar melakukan kegiatan sosialisasi dalam rangka Pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun, pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang, terutama bagi pemilih pemula. Kegiatan sosialisasi ini diperuntukkan bagi pemilih pemula yang nanti pada saat pemungutan suara sudah berumur 17 tahun. Sementara siswa SMA kelas XII yang rata-rata  berusia 17 tahun, nantinya akan diikutkan dalam proses demokrasi terutama kesadaran dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu.

Salah satu komisioner KPU Kabupaten Gresik, Akhmad Roni, menyampaikan kepada siswa-siswi peserta sosialisasi bahwa KPU Gresik sebagai Penyelenggara Pemilu di Kabupaten Gresik berkeinginan untuk meningkatkan pengetahuan, pendidikan, dan kesadaran berdemokrasi di kalangan siswa dan siswi yang ada di Kabupaten Gresik.

“KPU berkewajiban memberikan pemahaman kepada pemilih pemula, bagaimana pentingnya pemilu, bagaimana pentingnya memilih, karena pemilih dan pemilu itu hasilnya akan bersentuhan Lang sung dengan kehidupan kita”, imbuh Roni, Jumat (13/04/2018)

Ia juga mengingatkan agar pemilih pemula wajib melakukan perekaman e-KTP agar tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Pilgub Jatim 2018. Jika tidak, para pemilih pemula yang sudah berusia 17 tahun dipastikan tidak akan bisa menggunakan hak pilihnya pada Pigub Jatim 2018 meski telah memenuhi syarat sebagai pemilih.

Turut hadir memandu jalannya sosialisasi, Ida Solichatun Nisa.  Ia  menunjukkan video debat  terbuka yang pelaksanaannya telah dilaksanakan pada tanggal 10 April 2018 lalu, disertai dengan beberapa penjelasan mekanisme seputar teknis pemilu.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Gresik, Suswanto memberikan apresiasi kepada anak didik siswa-siswi yang memberikan pertanyaan, juga berterimakasih kepada KPU Gresik terkait sosialisasi pemilu di Sekolah tersebut. Kemudian acara diakhiri dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri. (kpugres/Yayan/vet)

 

PPK Manyar Gelar Nobar Debat

By Admin on Apr 10, 2018 with 0 Commnets

Nobar PPK GresikPanitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Manyar menyelenggarakan nonton bareng (Nobar) Debat Publik Pertama Cagub dan Cawagub Jawa Timur Tahun 2018.  Nobar diikuti oleh seluruh anggota PPK, Panwascam, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPS) serta sekretaris PPS.  Tempt kegiatannya di Pendopo Kecamatan Manyar, Selasa (10/4/2018).

Nobar Debat Publik Pasangan Calon (Ppaslon) Pilgub Jatim Tahun 2018 dilaksanakan dalam rangka upaya pengenalan  visi dan misi dan programnya kepada masyarakat.  Sehingga masyarakat tidak salah untuk menjatuhkan pilihannya atau mencoblos sesuai dengan apa yang telah mereka lihat dan mereka amati dari pelaksanaan debat publik tersebut.

Hartono, Ketua PPK Manyar sangat mengapresiasi atas terlaksananya Nobar Debat Publik Pertama Pilgub Jatim yang dilaksanakan oleh Divisi SDM dan Partispasi Masyarakat PPK Manyar, karena hal ini merupakan bentuk pendidikan bagi pemilih dan partisipasi masyarakat.

“Saya melihat kawan-kawan antusias, bisa berdiskusi terkait  Pilgub dengan sesama teman PPS.  Kami sangat senang dengan adanya Nobar ini. Ke depan kami berencana akan melaksanakan kegiatan serupa dengan mendatangkan penonton lebih banyak  lagi,” ujar Hartono (kpugres/ali/vet)

 

Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Tlogopojok Kecamatan Gresik menggelar Nonton Bareng (Nobar) Debat Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018. Bertempat di Kelurahan Tlogopojok, semua Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan RT–RW se-Kelurahan Tlogopojok serius dan fokus menyaksikan kedua kandidat berargumentasi, Selasa (10/4/2018) malam. Tidak jarang mereka berkomentar ketika salah satu kandidat memberikan pertanyaan atau jawaban.

Sekretaris Kelurahan Tlogopojok, Elis Fitriyani mewakili Muhammad Iqbal, Lurah Tlogopojok mengatakan, pihaknya  memberikan  dukungan penuh kepada seluruh jajaran aparat Kelurahan dan Staf Tlogopojok terkait event Pilkada Tahun 2018.

“Kami mendukung secara penuh, baik komitmen netralitas maupun fasilitas yang dibutuhkan penyelenggara pemilihan. Kami ingin perhelatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur berjalan optimal dan sukses,” ungkap Elis.

Sementara Etty Sofana, ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Tlogopojok, menandaskan bahwa selain melaksanakan nobar di kelurahan, juga mengumumkan kepada warga melalui group Whatsapp, agar warga juga menonton tayangan debat kandidiat di televisi masing-masing.

“Ada group RT-RT, PKK, Karang Taruna, BKM, FKPM, LKMK dan group warga lainnya yang kami kirimi pemberitahuan dan ajakan untuk menonton tayangan debat kandidat,” ujar ibu dua puteri ini.

Ketua PPK Gresik, Baihaqi mengatakan bahwa warga masyarakat harus tahu visi dan misi pasangan calon, dan salah satu caranya adalah dengan melihat Debat Kandidat di televisi tersebut. “Sehingga nantinya pemilih tidak salah memilih dan cerdas dalam menentukan pilihannya,” ujarnya.  

Acara yang ditayangkan oleh stasiun televisi swasta itu berlangsung di Gedung Dyandra, Jalan Basuki Rahmad  Surabaya. (kpugres/team/vet)

 

Jumlah partisipasi pemilih akan terlihat saat hari pemungutan suara. Guna meningkatkan partisipasi pemilih tersebut, KPU Gresik terus melakukan sosialisasi.  Diantaranya ke sekolah-sekolah  dan lembaga yang lain.  Terkait  kegiatan sosialisasi ini, Divisi SDM dan Parmas mengundang rapat  koordinasi, yang   dihadiri oleh Perwakilan dari Sekolah, Kampus, organisasi kepemudaan dan Perwakilan dari Rumah Tahanan.

Pada acara ini, Ketua KPU Gresik, Ahmad Roni, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya pemilih pemula, akan pentingnya Pilgub Jatim tahun 2018.

“Salah satu  tujuan sosialisasi ini, untuk mendongkrak partisipasi pemilih pemula, mengenal pasangan calon, dan memastikan suara sah hingga bagaimana menjadi pemilih yang cerdas itu,” ujar Roni

Selanjutnya, Makmun, Anggota KPU Gresik Divisi SDM dan Parmas, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wadah upaya KPU untuk mengedukasi masyarakat. Target oleh KPU RI dalam pelaksanaan Pilgub Jatim 2018 partisipasi masyarakat  sebesar 77.5 prosen.

“Untuk itu melalui pola pendekatan organisasi kepemudaan, safari ke sekolah dan kampus, beserta rumah tahanan, kita berharap target pemilih untuk melakukan pencoblosan bisa tercapai,” imbuhnya. 

Dari hasil pertemuan rakor ini, KPU Gresik berharap agar kegiatan tersebut dapat berjalan lancar.  Lembaga  dapat bekerjasama dan berkoordinasi di internalnya terkait  dengan jadwal, tempat dan nara sumber yang berasal dari  lembaga setempat. Sementara dari KPU juga ada nara sumber yang akan memberikan paparannya. (kpugres/yayan/vet)

 

KPU Gresik Bagikan Poster dan Pamflet

By Admin on Apr 03, 2018 with 0 Commnets

Bahan Sosialisasi (BS) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2018 siap didistribusikan ke penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan dan desa. Bahan sosialisasi itu berupa poster dan pamflet  dengan berbagai tema. BS tersebut didistribusikan pada hari Senin (02/04/2018). BS yang siap dibagikan itu  sejumlah 11.220 lembar yang terdiri dari poster berjumlah 3.740 lembar dan pamflet sebanyak 7.480. Tema poster tersebut diantaranya adalah KENALI CALONNYA, TENTUKAN PILIHAN ANDA, WARGA JATIM AYO NYOBLOS  dengan gambar Pasangan Calon nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak, Juga gambar Pasangan Calon nomor urut 2, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno.

Tema poster kedua berjudul MARI BERKOMITMEN UNTUK MELAKSANAKAN KAMPANYE DAMAI #PASTIKAN ANDA TERDAFTAR SEBAGAI PEMILIH. Untuk tema poster ketiga berjudul  AYO SUKSESKAN PILGUB JATIM RABU 27 JUNI 2018.

Selain poster, terdapat pamflet terdiri dari tiga tema, pertama bertuliskan PILIH DENGAN BENAR AGAR TIDAK MENYESAL KEMUDIAN, SUKSESKAN PILGUB JATIM RABU 27 JUNI 2018, yang kedua PILGUB JATIM GUYUB RUKUN, AYO…. datang langsung ke TPS, PILIH SESUAI KEINGINAN ANDA, WARGA JAWA TIMUR AYO NYOBLOS RABU, 27 JUNI 2018, dan pamlet ketiga berbunyi PEDULI PILKADA PEDULI MASA DEPAN BANGSA.

“Bahan sosialisasi berupa pamflet dan poster ini bertujuan untuk memberikan informasi seputar pelaksanaan Pilgub JJatim 2018 dan diharapkan tingkat partisipasi masyarakat maksimal dalam keikutsertaan mensukseskan pilgub jatim 2018 tanggal 27 Juni 2018 nanti,” ujar Makmun, Anggota KPU Gresik, Divisi SDM dan Parmas.

Pelaksanaan penempelan diinstruksikan untuk dimulai sejak bahan sosialisasi diterima sampai tanggal 23 Juni 2018. Tujuannya agar informasi terkat Pilgub Jatim Tahun 2018 lebih cepat sampai dan diingat oleh masyarakat.

“Untuk itu, penempelan harus di tempat yang strategis dan mudah dilihat oleh masyarakat,” tegas Makmun. (kpugres/yayan/vet)