pelantikan ppk1Ketua KPU Kabupaten Gresik Achmad Roni melantik dan mengambil sumpah/janji Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Se-Kabupaten Gresik dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Tahun 2018, Kamis (23/11/2017) di Aula Hotel Pesonna Gresik. Dalam pelantikan, Roni mengingatkan bahwa sumpah yang akan diambil angggota PPK  ini mengandung tanggung jawab terhadap bangsa dan negara, tanggung jawab menyelamatkan Pancasila dan UUD 1945 serta kesejahteraan rakyat Indonesia. Terpenting lagi  adalah tanggung jawab kepada Allah SWT karena manusia hanya mengetahui apa yang nampak dari ucapan dan perbuatan saja. pelantikan ppk2Tuhan Allah mengetahui apa yang nampak dan apa yang tersembunyi. Untuk itu 90 PPK yang dilantik ini harus menjunjung tinggi profesionalitas dan keadilan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil  Gubernur Jatim 2018. “Mulai hari ini anda resmi menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan se-Kabupaten Gresik, mungkin Panwas, Pejabat dan manusia tidak mengawasi tetapi Tuhan Yang Maha Esa selalu mengawasi kita, “ ujar Roni setelah pelantikan. 

Selanjutnya salah satu perwakilan PPK membacakan pakta integritas yang isinya antara lain agar berperan secara proaktif dalam pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018. Menjaga integritas, Transparansi dan menjaga netralitas terhadap Peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018. Tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung berupa suap, uang, hadiah atau bentuk lain yang sesuai dengan keetentuan yang berlaku. Menghindari pertentangan kepentingan dalam melaksanakan tugas.“Jika saya melanggar hal-hal yang termaktub dalam Pakta Integritas maka akan siap menghadapi konsekuensi,  “ ujar PPK menirukan perwakilan membacakan Pakta Integritas.

Sedangkan masa tugas anggota PPK adalah sejak pelantikan sampai dua bulan setelah pelaksanan Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Tahun 2018.

IMG_2161Turut menyaksikan pelantikan ini Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim beserta seluruh camat se- Kabupaten Gresik, POLRES, KODIM dan utusan Partai Politik di Kabupaten Gresik.

Dalam sambutan Wabup Gresik, Mohammad Qosim berharap kegiatan pemilihan ini lancar dan sukses. Beliau yakin, di pundak penyelenggara pemilu termasuk PPK di Gresik, semua tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dapat dilaksanakan dengan baik. ‘’Beban itu berada di pundak saudara sebagai anggota Panitia pemilihan Kecamatan. Karena anda yang terpilih dari sekian banyak pelamar, maka saudara dianggap KPU Gresik adalah yang terbaik. Semoga pengabdian saudara membawa berkah dunia akhirat, “ tandas Qosim.

Acara diakhiri dengan doa untuk kesuksesan Pilgub-Wagub Tahun 2018 dan untuk keamanan, keselamatan dan kemakmuran Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta keselamatan kaum muslimin baik di dunia maupun akhirat. (kpugres/Kho/Vet)

 

Usai Dilantik, PPK Langsung Bimtek

By Admin on Nov 23, 2017 with 0 Commnets

Usai Pelantikan PPK untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018, KPU Gresik langsung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) di Hotel Pesonna, Jalan Panglima Sudirman Gresik. Bimtek ini sekaligus pembekalan awal untuk PPK dalam persiapan melaksanakan tahapan Pilgub 2018. Sebagai nara sumber, 5 komisioner KPU Gresik dan sekretaris untuk memberikan pengantar sekaligus sedikit pengarahan agar PPK terpilih mempunyai bekal. Sebab sebagian besar anggota PPK terpilih adalah wajah baru, dalam arti mereka belum pernah masuk dalam penyelenggara pemilu/pemilihan.

“Kami berharap PPK terpilih segera beradaptasi dan mempelajari undang-undang terkait pemiihan dan peraturan (KPU). Terutama PPK yang baru.  Sedangkan PPK lama yang terpilih kembali  juga harus mempelajari lagi, karena ada beberapa aturan yang berbeda dengan pemilihan sebelumnya,” kata Ahmad Roni, mengawali pembekalan.

Ia menambahkan, sebagai penyelenggara pemilihan dan pemilu, wajib memahami prinsip-prinsip integritas. Antara lain jujur dalam arti menyampaikan seluruh informasi sesuai fakta, mandiri yaitu bebas dan menolak campur tangan/pengaruh siapapun. Kemudian adil yang berarti menempatkan sesuai hak dan kewajiban dan memberikan perlakuan yang setara serta akuntabel dalam melaksanakan seluruh tugas dengan penuh tanggung jawab.

Pada sesi selanjutnya secara bergantian, Komisioner KPU Kabupaten Malang juga sampaikan paparan materinya. Ketua KPU dan Divisi SDM dan Parmas Santoko menyampaikan tema Sosialisasi Pemilihan, Pendidikan Pemilih dan Parmas, Taufik Divisi Keuangan, Umum dan Logistik menyampaikan tata kelola logistik Pemilihan dan Divisi Perencanaan dan Data Sofi Rahma Dewi yang menyampaikan materi seputar tata kelola data dalam Pemilihan (kpugres/vet)

 

Badan Adhoc dan TPS Pilgub Jatim 2018

By Admin on Nov 13, 2017 with 0 Commnets

Pada Pemilihan Gubenur/Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur pada tanggal 27 Juni 2018, ada 68.084 buah Tempat Pemungutan Suara (TPS).  Lokasi pemungutan suara itu tersebar di 38 Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur. TPS tersebut akan digawangi oleh Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) sejumlah 476.588 orang.

Menurut Choirul Anam, Anggota KPU Jawa Timur Divisi Perencanaan dan Data, Jumlah tersebut berasal dari 666 Kecamatan dan 8.497 Desa di Jawa Timur. Dengan demikian jumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) berjumlah 3.300, karena setiap kecamatan ada 5 anggota PPK.

“Sedangkan di tingkat desa, Panitia Pemungutan Suara (PPS) ada 25.491.  Sebab di tingkat PPS ada 3 orang yang nantinya akan memilih 68.084 di setiap masing-masing TPS,” kata Anam, ketika memberikan materi Bimbingan Teknis kepada anggota KPU Kabupaten/Kota Divisi Perencanaan data di Pasuruan tanggal 13-14 November 2017. (kpugres/vet)

 

Pentingnya Sidalih

By Admin on Nov 13, 2017 with 0 Commnets

Pada pelaksanaan Bimbingan Teknis Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018, Senin (13/11/2017) di Harris Hotel & Conventions Malang, Choirul Anam Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Jawa Timur mempaparkan pentingnya Data Pemilih.

“Data pemilih adalah isntrumen penting dari unsur pelaksaaan Pemilu dan merupakan core bisnis utama KPU dan merupakan salah satu tahapan yang sangat kompleks, memakan waktu dan berbiaya mahal serta melibatkan banyak personel dengan proses yang panjang,” kata Choirul Anam membuka paparan materinya.

Ia menambahkan, Data Pemilih adalah sarana untuk melayani pemilih dalam menggunakan hak konstitusionalnya, juga sebagai acuan jumlah data pengadaan logistik hingga sebagai instrumen opotimalisasi sosialisasi bagi PPDP.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh komisioner dan Sekretaris KPU Se-Jawa Timur. Termasuk dari KPU Kabupaten Gresik (kpugres/vet)

 

Wawancara PPS, Jemput Bola

By Admin on Nov 07, 2017 with 0 Commnets

Selama 3 hari secara maraton KPU Kabupaten Gresik melaksanakan tes wawancara untuk calon PPS Se-Kabupaten Gresik. Untuk Gresik daratan sejumlah 16 Kecamatan dilaksanakan pada tanggal  6, 7 dan 8 November 2017. Mereka adalah pendaftar yang lolos tes tertulis, yang sudah dilakukan sebelumnya dengan mekanisme pelaksanaan di masing-masing kecamatan.

Mekamisme pelaksanaan tes wawancara, yaitu staf sekretariat memanggil semua calon PPS per desa. Ada yang berjumlah 3 orang tetapi ada juga yang berjumlah 9 orang. Mereka berhadapan dengan salah seorang komisioner untuk diajak berdialog secara bergantian. 

Menurut Makmun, Divisi SDM dan Parmas, wawancara dilakukan dengan menjemput bola, mengingat jumlah calon PPS ribuan orang, sehingga untuk mengefisiensikan dan mengefektifkan waktu yang ada, KPU harus turun ke kecamatan untuk  melakukan tes wawancara.

“Tidak akan cukup waktu jika mereka yang hadir bersamaan dan tesnya harus person to person. Sehingga dengan wawancara berbarengan per desa, dirasa akan efektif dan efesien. Kami akan menilai dari cara dia menjawab dan berkomunikasi, ” jelas Makmun

Sementara materi wawancara lebih kepada kearifan lokal dan kondisional. Diantaranya terkait motivasi dan tujuan ingin menjadi PPS, integritas dan menilai apakah pekerjaan nanti akan menghambat dalam bertugas dan yang lain. Selain itu juga tentang pengetahuan terkait kepemiluan. (kpugres/vet)  

 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman, menyampaikan Subtansi UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Rencana Implementasi Pemilu 2019. Penyampaiannya, saat Seminar Nasional Implikasi UU Pemilu Terhadap Demokrasi Di Indonesia yang diselenggarakan FISIP Universitas Brawijaya Malang pada Rabu (1/11/2017) di Gedung V Nuswantara.

“Profil Pemilu di Indonesia bagi sebagian negara di dunia adalah Pemilu yang luar biasa. Luasnya wilayah dan 197 juta pemilih harus dilayani dengan baik dalam satu hari yang sama. KPU harus bekerja sempurna, transparan layaknya bekerja di akuarium. Semua pihak dapat mengamati dan mengawasi”, Jelas Arief Budiman.

Sementara terkait Undang-undang Pemilu, merupakan Kodifikasi UU yang menyatukan  menyatukan beberapa undang-undang yang berhubungaan dengan Pemilu yaitu Undang-undang Penyelenggara Pemilu, Undang-undang Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan Kabupaten serta Undang-undang Pemilihan Presiden dan wakil Preesiden.

“Tujuan dari kodifikasi Undang-undang Pemilu itu untuk memperkuat sistim ketatanegaraan yang demokratis, Mewujudkan Pemilu yanga adil dan berintegritas, Menjamin konsistensi pengaturan system pemilu,” tandasnya Arief, Rabu (1/11/2017)

Undang-undang Pemilu yang baru ini lebih memberikan kepastian hukum dan mencegah duplikasi dalam pengaturan Pemilu. Dan yang terakhir mewujudkan Pemilu yang efektif dan efisien.

Sedangkan Subtansi UU No. 7 Tahun 2017 adalah sebagai Penguatan kelembagaan Penyelenggara Pemilu, Penguatan sistem pemilu proporsional, penguatan sistem multi partai sederhana, penguatan sistem pemerintah presidensial, mendorong keterwakilan perempuan di parlemen, menyediakan pengaturan persaingan pemilu  yang adil, penguatan administrasi kependudukan bagi pemilih.

“Untuk Pemilu 2019 KPU merencanakan pemungutan suara Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden pada hari yang sama, Nantinya akan terdapat 5 jenis surat suara dalam 1 hari yakni surat suara Pilpres, surat suara Anggota DPR RI, surat suara DPD hingga surat suara DPRD Kabupaten/Kota, jumlah pemilih setiap TPS maksimal 300 pemilih dan seterusnya,” imbuh mantan anggota KPU Jawa Timur ini. (kpugres/vet)

 

Dalam rangka peningkatan kapasitas dan kompetensi personil di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU, Sekretariat KPU provinsi dan Sekretariat KPU kabupaten/kota, dengan hormat diberitahukan hal-hal berikut: klik di sini
Letter of Endorsement Sekjen KPU klik di sini
Form Medical Report klik di sini
Surat Pengantar Setneg ITEC India 2017 klik di sini
List Jenis Shortourse klik di sini
 

 

 

 

Biawak Pingin Belajar Pemilu

By Admin on Jun 01, 2017 with 0 Commnets

2017-06-08-PHOTO-00000268

Ada kejadian lucu di halaman belakang KPU Gresik. Seekor biawak masuk ke halaman depan ruang komisioner yang memang letaknya di lokasi belakang kantor KPU Gresik. Tiba-tiba saja seekor biawak seukuran manusia dewasa masuk dengan cepat.

 

Tahun ini Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila adalah yang pertama kalinya dilaksanakan semua oleh satuan kerja, instansi, lembaga, BUMN/D dan sekolah-sekolah. KPU Kabupaten Gresik juga ikut memperingati Hari Lahir Pancasila dengan mengadakan Upacara Bendera di kantor sekretariat KPU Gresik. Sebagai inspektur upacara, ketua KPU Gresik, Ahmad Roni dan komandan upacara dipegang oleh Kasubag Teknis, Suyono. Trio Pengibar Bendera dipegang oleh Kasubag Data, Gelar Pratama, staf Winarto dan Suyanto. Pendamping Inspektur dipegang Masnuri. Sedangkan petugas yang lain adalah Riskanti sebagai pembawa acara, Haryono sebagai pembaca SK dan Sukandar sebagai pembaca UUD. Sementara Perwira Upacara dipegang Kasubag Keuangan Umum dan Ligistik, Maksun.  

Dalam amanat Inspektur Upacara, Roni meneruskan pidato dari Presiden RI, Jokowi, agar kita lebih meneguhkan komitmen dengan mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita,” ujar Roni dalam pidatonya.

Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah kebhinneka tunggal ika-an kita.

Upacara bendera ini diakhiri dengan doa yang dipimpin ileh Anggota KPU Divisi SDM dan Parmas, Makmun. (kpugres/vet)