IMG-20190202-WA0021
Dua bulan menuju pemilu serentak 17 April 2019, Divisi Sdm dan Parmas KPU Kabupaten Gresik, Makmun, M.Ag gencarkan sosialisasi pemilu serentak di Komunitas Buruh SPSI Gresik. Acara diikuti 60 personal buruh, 1/2/19 di Resto Joyo Hartono Gresik.
Di depan komunitas buruh Gresik, Makmun menjelaskan pentingnya peran masyarakat atau komunitas dalam mensukseskan pemilu serentak pileg dan Pilpres dan untuk tidak Golput. "suara anda sangat menentukan untuk Indonesia 5 tahun ke depan" tutur Makmun.
 
Makmun menambahkan tentang tatacara pindah milih bagi para buruh yang bekerja di luar kota kelahirannya, yakni dengan datang ke kantor KPU se tempat. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi tambahnya jumlah Golongan Putih (Golput).
 IMG-20190202-WA0022
 
"Silahkan datang ke KPU se tempat bagi yang tidak bisa menggunakan hak suaranya di tempat domisilinya" tambahnya. 
 
Acara sosialisasi ini diakhiri dengan dialog dan tanya jawab tentang kepemiluan serta tentang tatacara untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah Golput di kalangan buruh. (adm/mun)
 
 
 

 

 

 

rapat logistikSalah satu pendukung suksesnya Pemilu adalah tata kelola logistik yang optimal. Diawali dari perencanaan pengadaan logistik hingga pengamanan pasca pelaksanaan. Pengamanan logistik dilakukan sejak berada di gudang penyimpanan, distribusi saat pelaksanaan pemungutan suara hingga pengembalian ke gudang KPU. Dalam pengamanan ini, dukungan dari kepolisian dan TNI mutlak dibutuhkan. Untuk itu KPU mengundang mereka untuk kordinasi dan konsolidasi. 

 “Keberadaan kepolisian dan TNI dalam pengamanan logistik pemilu mutlak dibutuhkan, sehingga perlu kiranya kita berkordinasi sejak awal,” ujar ketua KPU Gresik, Ahmad Roni mengawali agenda Rapat Kordinasi, Jumat (28/12/2018) di RM Handayani Gresik.

Roni memaparkan tata kelola logistik yang sudah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan di KPU Gresik. Termasuk barang-barang logistik perlengkapan pemungutan suara dan perlengkapan pendukung yang sudah berada di gudang.

“Gudang KPU Gresik ada 3, yaitu berada di kantor KPU Gresik dan dua lainnya berada di luar KPU. Semua sudah terisi logistik perlengkapan pemungutan suara dan pendukung perlengkapan yang akan digunakan pada hari H,” tambah Roni.

Menanggapi itu, Kabagops Polres Gresik menyatakan dukungan penuh dalam hal pengamanan pelaksanaan Pemilu 2019. Apalagi Pemilu kali ini lebih kompleks karena jenis pemilihannya lebih banyak.

“Polres Gresik beserta jajaran akan mengoperasionalkan petugas sekitar dua pertiga prosen dari jumlah total polisi di Gresik. Kami menyadari yang akan kami amankan lebih banyak tetapi jumlah polisinya tidak bertambah. Namun kami tetap berkomitmen untuk mengoptimalkan pengamanan agar pemilu berjalan lancar dan sukses,” ujar Kompol Harna.

Hal serupa juga dikatakan wakil dari Kodim 0817 Gresik. Melalui Pasi Intel Kodim 0817. Pihaknya akan sepenuhnya mengamankan Pemilu dari segala gangguan. Termasuk dalam pengamanan logistik yang akan dipergunkan pada saat pemungutan suara.

“Kami sebagai aparat negara tetap membackup sepenuhnya pengamanan di KPU termasuk terkait logistiknya. Kemudian dalam pelaksanaan Pemilu TNI tetap berkomitmen netral,” tegas Lettu CBA Moch Ridhon, PASI Intel Kodim 0817 Gresik (kpugres/vet)

 

ki jatimTahun ini, KPU Kabupaten Gresik mendapatkan penghargaan dari Komisi Informasi (KI) Jawa Timur, yang dikemas dalam agenda tahunan PPID Award 2018, Selasa (11/12/2018). Kategori yang diberikan adalah Terbuka. 

Menurut Ketty Tri Setyorini, Ketua KI Jatim, pemberian apresiasi atau penghargaan kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi atau PPID yang serius sungguh-sungguh menerapkan UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. 

“PPID Award tahun ini merupakan acara ke-7 sejak Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur berdiri pada tahun 2010 lalu. Dalam dua tahun terakhir, KI Jatim juga melibatkan PPID Pemerintahan Desa dan PPID Penyelenggara Pemilu,” ujarnya.

Ketty mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, agenda tahunan PPID Award diawali dengan serangkaian kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) kinerja PPID Badan Publik tingkat OPD Provinsi Jawa Timur, Kabupaten/Kota, pemerintahan desa dan KPU se-Jawa Timur.

“Monev PPID itu dilakukan agar Badan Publik terus berbenah dalam pengelolaan dan pelayanan informasi publik. Monev PPID yang dilakukan oleh Tim Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur ini, dilakukan sejak bulan September hingga akhir Nopember,” tambahnya.

Penilaian yang lain, ketersediaan informasi di website serta meja layanan informasi. Penilaian itu dilakukan terhadap PPID di 45 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Timur dan seluruh Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, Pemerintahan Desa yang diusulkan oleh Kabupaten, serta KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Ketua KPU Gresik, Ahmad Roni menyatakan, bersama keluarga besar KPU Gresik akan terus berbenah dan meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat. “KPU mempunyai motto melayani masyarakat, sehingga apapun yang kami kerjakan untuk masyarakat termasuk transparansi dan keterbukaan terkait kebijakan dan  kinerja KPU,” tegas Roni.

Acara penganugerahan ini digelar di salah satu rumah makan di Surabaya dan dihadiri oleh pejabat dari pemerintahan Propinsi Jawa Timur dan Kab/Kota se-Jawa Timur serta komisioner KPU se-Jawa Timur. (kpugres/vet)

 

Pada Pagelaran Seni Budaya yang disuguhkan dalam rangka Sosialisasi Pemilu Serentak Tahun 2019, pegawai perempuan di KPU Gresik terlihat berbeda. Mereka memakai kostum kebaya sebagai seragam khusus para perempuannya.  Alhasil, mereka terlihat cantik dan anggun dengan balutan kebaya dan jarit modern.

Elvita Yuliati, anggota KPU Gresik yang satu-satunya perempuan mengatakan bahwa Kartini adalah Pahlawan  perempuan yang dapat menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia agar tidak kalah dalam berkiprah di ranah publik.  

“Memang, menggunakan kebaya hanya salah satu bentuk untuk menghormati  Ibu Kartini yang ikut memperjuangkan kaum perempuan  agar  tidak kalah dengan para prianya dalam mengekplorasi  kemampuan positifnya, tanpa harus meninggalkan kodratnya sebagai perempuan, “ ujar Elvita di sela-sela acara  Seni Budaya Sosialisasi Pemilu 2019, Sabtu (21/0/2018). Akhirnya dari hasil diskusi dengan para pegawai perempuan di KPU Gresik, disepakati dalam acara Seni Bidaya akan memakai kebaya.  Karena pegawai pria menggunakan seragam sosialisasi  warna biru, maka untuk menyesuaikan, kerudung perempuannya didominasi warna biru juga. (kpugres/vet)

 

Sosialisasi Pemilu, Gelar Seni Budaya

By Admin on Apr 21, 2018 with 0 Commnets

Menyongsong pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik menggelar kegiatan Pagelaran Seni dan Budaya. Kegiatan ini merupakan acara serentak KPU se-Indonesia yang diinstruksikan oleh KPU Republik Indonesia.

Di Gresik, acara Gelar Seni Budaya dipusatkan di Gedung Wahana Ekpresi Poesponegoro (WEP), Jalan Jagung Suprapto Kecamatan Gresik, Sabtu (21/4/2018). Masyarakat dan undangan yang hadirterlihat antusias. Mereka berasal dari elemen Partai Politik, Lembaga Pendidikan hingga komunitas dan masyarakat

Anggota KPU Kabupaten Gresik Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat, Makmun, mengatakan, pagelaran seni dan budaya dilaksanakan dalam rangka menyongsong Pemilihan Umum Tahun 2019.“Melalui kegiatan ini kami ingin mensosialisasikan kepada masyarakat akan pelaksanaan pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April tahun 2019 mendatang,” katanya.

Pagelaran seni dan budaya secara dimulai dengan paduan suara yang menyanyikan lagu Indonesia Raya, Padamu Negeri dan  Mars Pemilu, Kemudian sambutan resmi oleh Ketua KPU Gresik, Akhmad Roni. Ia menjelaskan terkait partai politik yang lolos menjadi peserta Pemilu, Kapan  Pelaksanaan Pemungutan Suara hingga elemen apa saja yang akan dipilih saat pemilu serentak nanti.

"Semoga semua rangkaian tahapan pemilihan umum  tahun 2019 dari awal hingga akhir lancar, dan partisipasi pemilih memenuhi target yang sudah dtetapkan, “ ujar Makmun.

Sementara kesenian dan budaya daerah yang ditampilkan antara lain, tarian tradisional Kercengan Bawean, Pencak Silat, Seni Mocopat dan Pencak macan. (kpugres/makmun/vet)

 

Sebagai puncak acara, atraksi Pencak Macan menyedot perhatian para undangan yang hadir pada Acara Sosialisasi Pemilu Serentak Tahun 2019. Kegiatan sosialisasi serentak KPU Se- Indonesia ini diinstruksikan oleh KPU RI dengan menampilkan budaya lokal yang ada di daerah masing-masing.  Pencak Macan yang dalam penampilannya ada berbagai unsur diantaranya macan sebagai lambang keserakahan dan haus menjadi pemimpin, monyet dengan segala sifat jahil, suka meniru, tidak punya pendirian dan lainnya. Juga ada peranan gendruwo yang melambangkan kejahatan, kelicikan dan menakutkan.

“Dalam atraksi ini, mereka bertarung antara yang jahat, jahil, serakah dan bentuk negatif lainnya. Dan akhirnya yang menang tetap sifat baik dan yang dapat mengayomi semuanya, “ ujar Makmun, Anggota KPU Gresik, Divisi SDM dan Parmas.

Hanya saja kata Makmun, dalam atraksi tersebut, tidak ada kalah dan memang. Hanya sebagai hiburan semata. Tetapi dalam dalam atraksi tersebut, dapat juga disimbolkan sebagai pertarungan dalam pemilu nanti, yang menjadi pemenangnya adalah yang mendapat suara terbanyak. Karena memang dianggap dapat mengayomi masyarakat dan sesuai harapan masyarakat Indonesia.

Atraksi yang diwarnai dengan kelucuan karena gaya monyet yang kadang menggoda dan menjaihili undangan. Kemudian pertarungan macan yang seperti macan beneran hingga pertarungan gendruwo yang digambarkan dengan topeng menakutkan.

“Lucu dan tegang. Tetapi banyak menginspirasi dan menggambarkan tentang masyarakat kita sesungguhnya. Bagaimanapun aksi pertarungan dalam pemilu nanti, kami berharap tetap aman damai dan menghasilkan pimpinan sesuai dengan harapan masyarakat,” ujar Bahtiar Rifai, salah satu penonton.

Acara ini berlangsung di Gedung Wahan Ekspresi Poesponegoro (WEP), Jalan JaksaAgung Soeprapto Gresik, yang dimulai pada pukul 20.00 hingga selesai (kpugres/vet)

 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik berupaya menekan angka Golput di kalangan akademisi. Kali ini yang mendapat giliran sosialisasi adalah Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Kamis (19/04/2018).

Menyentil pepatah kuno A Fish Rots from the Head Down (Ikan itu busuk dari kepalanya), Komisioner KPU Gresik Abdullah Sidik Notonegoro mengingatkan para mahasiswa agar tidak salah memilih pemimpinnya, jangan mau hati nurani mahasiswa ditukar dengan uang atau hadiah yang  tak seberapa. Untuk itulah hendaklah mahasiswa memilih menggunakan hati  tanpa menanggalkan sikap hati-hati sehingga tidak salah dalam menentukan pilihannya.

“Mahasiswa itu harus idealis jangan jadi mahasiswa pragmatis, jadilah mahasiswa yang pikirannya jernih dan dewasa, jangan hanya pakai jaket mahasiswa tapi pikirannya masih seperti anak SD kelas 13. Untuk itu, mahasiswa harus memilih, jikalau semua calonnya baik maka pilihlah yang terbaik dan jikalau semua calonnya jelek maka pilihnya yang paling sedikit jeleknya,” kata Sidik.

Adapun pemateri kedua Drs. Hamim Fathan mengajak mahasiswa iri akan kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara dulu seperti Dinasti Sailendra pada mas kepemimpinan raja Samaratungga (812-833 M) yang mampu membangun candi Borobudur. Begitu juga kerajaan Majapahit pada masa Raja Hayam Wuruk dan patih Gajah Mada yang mampu menyatukan Nusantara.

“Semua kejayaan itu tidak mungkin terwujud tanpa hubungan baik antara pemerintah dan rakyatnya” tandasnya.

Acara sosialisasi tersebut disambut antusias mahasiswa terbukti jumlah kehadiran mahasiswa yang hadir melebihi undangan. Selain itu, mereka juga banyak bertanya menanyakan pemilukada dan dinamika politik di Indonesia. (kpugres/kholil/vet)

 

sosialisasi Qomarudin

Mendekati pemilih pemula dan mahasiswa, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik mengadakan sosialisasi di ruang pertemuan kampus Institut Agama Islam (IAI) Bungah Gresi, Selasa (17/04/2018) April 2018 mulai jam 13.00 WIB hingga selesai.Acara ini disambut hangat oleh rektor IAI Qamarudin, Lutfi Hakim dalam sambutannya ia mengatakan bahwa tujuan sosialisasi ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terutama para pemilih pemula dan bukannya mengarahkan para mahasiswa untuk memilih pasangan tertentu dari calon Gubernur dan wakil Gubernur Jatim 2018.

Dalam sosialisasi ini, Akhmad Roni, Ketua KPU Kabupaten Gresik mengajak para mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dan tidak apatis dalam Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Jatim 2018. Kalau ada pasangan calon yang tidak baik maka kita bisa menghukum mereka dengan tidak memilih mereka.

“Mahasiswa bisa melihat baik tidaknya pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur dengan cara melihat visi dan misi masing-masing paslon, visi misi tersebut bisa kita ketahui dari debat publik yang diselenggarakan 3 kali oleh KPU Jatim dan disiarkan langsung oleh salah satu stasiun Telivisi, bisa juga melalui website KPU Jatim maupun media lainnya” imbuh Roni.

Sedangkan pemateri kedua, Mohammad Mudloffar, dari kampus setempat mengatakan bahwa Islam dan demokrasi tidaklah bertentangan. Memang tidak ada ajaran Nabi SAW terperinci tentang Pemilu, akan tetapi beliau menyuruh untuk memilih pemimpin.

"Pemilihan baik langsung ataupun tidak langsung, itu hanyalah bungkus atau casing, tapi contentnya adalah pemilihan pemimpin yang jujur, adil dan bisa mengemban amanah itulah intinya, “ tegas Mudloffar.

Acara ini disambut antusias oleh para mahasiswa, terbukti sekitar 100 Mahasiswa yang hadir tidak beranjak hingga acara berakhir. Semoga sebagai parameter bahwa partisipasi masyarakat untuk pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur 2018 akan meningkat. (kpugres/kholil/vet)