Tahun ini Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila adalah yang pertama kalinya dilaksanakan semua oleh satuan kerja, instansi, lembaga, BUMN/D dan sekolah-sekolah. KPU Kabupaten Gresik juga ikut memperingati Hari Lahir Pancasila dengan mengadakan Upacara Bendera di kantor sekretariat KPU Gresik. Sebagai inspektur upacara, ketua KPU Gresik, Ahmad Roni dan komandan upacara dipegang oleh Kasubag Teknis, Suyono. Trio Pengibar Bendera dipegang oleh Kasubag Data, Gelar Pratama, staf Winarto dan Suyanto. Pendamping Inspektur dipegang Masnuri. Sedangkan petugas yang lain adalah Riskanti sebagai pembawa acara, Haryono sebagai pembaca SK dan Sukandar sebagai pembaca UUD. Sementara Perwira Upacara dipegang Kasubag Keuangan Umum dan Ligistik, Maksun.  

Dalam amanat Inspektur Upacara, Roni meneruskan pidato dari Presiden RI, Jokowi, agar kita lebih meneguhkan komitmen dengan mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita,” ujar Roni dalam pidatonya.

Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah kebhinneka tunggal ika-an kita.

Upacara bendera ini diakhiri dengan doa yang dipimpin ileh Anggota KPU Divisi SDM dan Parmas, Makmun. (kpugres/vet)

 

Kurang klop jika bakda sholat Dhuhur berjamaah tidak dilanjutkan dengan tadarus bareng. Paling tidak itu yang dirasakan para pegawai keluarga besar KPU Gresik. Sehingga agenda Sholat Duhur bareng dilanjutkan dengan Tadarus. Programnya adalah One Day One Juz.  

Mereka bergantian membaca Alquran, sementara jamaah yang lain menyimak.Tadarus atau Darusan ini tidak harus ikut membaca, tetapi hanya menyimak Al quran saja tidak apa-apa. Yang penting ikut bergabung dalam darusan tersebut.  

“Saya sebenarnya sudah darusan di rumah, tetapi karena di kantor ada darusan bareng, saya juga ikutan lagi, “ kata Suyanto, staf perencanaan dan data, Selasa (30/05/2017)

Hal yang sama juga dikatakan Sukandar, pegawai sekretariat yang lain. Ia ikut sholat Duhur berjamaah dan darusan sekalian. Sebab selain istirahat dia tidak pulang, ia juga memanfaatkan darusan bareng untuk menambah pundi-pundi pahala di Bulan Romadhon.

“Daripada harus pulang ke rumah, selain panas juga jauh. Mending istirahat di kantor saja. Setelah jamaah Duhur diteruskan darusan, “ jelas Sukandar.

Kegiatan Darusan bareng dengan program One Day One Juz, sudah dilaksanakan Keluarga Besar KPU Gresik beberapa tahun terakhir ini saat Bulan Romadhon.  (kpugres/vet)

 

Proses verifikasi partai politik peserta pemilu jika merunut rancangan undang-undang (RUU), akan dimulai bulan Oktober tahun 2017. Dengan demikian partai politik seyogyanya segera mulai menyiapkan diri menghadapi proses  tersebut.

Ketua KPU Gresik, Ahmad Roni menindaklanjuti penegasan Ketua KPU RI, Arief Budiman agar sedini mungkin partai-partai calon peserta pemilu sudah melengkapi persyaratan yang ada. Diantaranya kepengurusan serta alamat kantor di setiap daerah. Sebab yang paling banyak membuat partai gagal itu keanggotaan. Sehingga harus menjadi perhatian partai politik. 

“Pada verifikasi parpol kali ini, KPU mewajibkan calon peserta pemilu untuk menggunakan sistem informasi partai politik (Sipol). Nantinya melalui sistem ini parpol akan melaporkan data-data yang dimilikinya, kemudian dilakukan pengecekan secara faktual maupun administrasi, “ jelas Roni.

KPU RI membekali KPU provinsi dan kabupaten/kota tentang penggunaan sipol ini. Termasuk memberikan sosialisasi partai politik yang sudah berbadan hukum. Semua partai politik baik baru maupun lama berhak mendaftar.

“Tidak ada istilah parpol lama maupun baru. Semua pakai istilah daftar, verifikasi administrasi dan verifikasi factual. Untuk partai baru tentu harus memahami dan menngetahui apa saja yang harus dipenuhi dalam proses verifikasi agar tidak ada kendala saat prosesnya nantinya,” tambahnya. 

KPU akan terbuka untuk semua partai politik dan siap memberi penjelasan terkait hal-hal yang dibutuhkan pada saat proses verifikasi nanti. Termasuk dokumen yang dipersiapkan untuk dimasukkan ke dalam sipol.

“Kami siap diajak berkonsultasi untuk mengetahui kekurangan yang harus dipenuhi sebelum mengikuti proses verifikasi nanti. “ tambah Roni. (kpugres/vet)

 

Ruang Rapatpun Disulap Jadi Mushollah

By Admin on May 29, 2017 with 0 Commnets

Keterbatasan ruangan tidak membuat keluarga besar KPU Gresik untuk batal melakukan sholat berjamaah pada Bulan Romadhon. Ruang yang biasa digunakan rapat disulap menjadi mushollah. Ruangan yang dipenuhi meja dan kursi rapat itu dikosongkan dan digelari tikar/karpet. Mushollah yang sudah ada, luasnya terbatas dan kurang nyaman karena tidak ada kipas angin maupun AC. Paling banter hanya terisi untuk 5 – 10 orang jamaah saja. Itupun berhimpitan tidak ada celah untuk lewat.

Sementara dengan digunakannya ruang rapat menjadi mushollah, peserta jamaah semakin banyak dan kondisinya juga lebih nyaman. Menurut pengurus mushollah dadakan, Maksun, memang hanya ruang rapat sebagai salah satu alternaif yang paling tepat.

 “Kalau menggunakan ruang kosong lainnya sudah tidak ada lagi. Ruang rapat ini kita sulap menjadi mushollah yang representatif, biar jamaah juga tidak gerah karena ada ACnya. Setelah Romadhon meja kursi dikembalikan seperti semula,” urai Maksun, Senin (29/05/2017)

Sebagian isi ruang rapat seperti meja dan kursi rapat dipindah ke pinggir, tengahnya digelari tikar dan karpet untuk sholat berjamaah. Hari senin yang diagendakan untuk rapat pleno, disetting dengan duduk diatas tikar, tanpa menggunakan kursi dan meja rapat.

“Begini juga enak, rapat pleno duduk di lantai, jadi ingat saat rapat-rapat ketika mahasiswa dulu. Tidak apa-apa yang penting rapatnya lancar meskipun tanpa harus duduk di kursi formal, “ kata Abdullah Sidik N, salah satu anggota KPU Gresik.

Untuk Imam sholat berjamaah, dipilih secara bergiliran , baik dari anggota KPU maupun staf sekretariat KPU yang ikut berjamaah. Jumlah makmumnya lebih dari 10 orang baik jamaah laki-laki maupun perefmpuan. (kpugres/vet)

 

Si Kodok Hijau Lolos Uji Emisi

By Admin on May 23, 2017 with 0 Commnets

Mobil dinas (mobdin) KPU Gresik  dengan nopol W-431-AP lolos uji emisi yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik pada hari selasa, 22 Mei 2017. Pengujiannya dilakukan di halaman Kantor Pemkab Gresik, Jl. Dr. Wahidin SH Gresik. Dengan demikian mobil Kodok hijau (karena warnanya hijau-red) berhak ditempeli sticker lolos uji emisi karena gas buangannya masih dibawah ambang batas.

 

RPP Siap Terima Kunjungan

By Admin on May 15, 2017 with 0 Commnets

Rumah Pintar Pemilu (RPP) Raden Paku akan segera di-blow up agar keberadaannya dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Karena salah satu didirikannya RPP untuk meningkatkan partisipasi masyarakat secara kualitas dan kuantitas sebagai pusat data dan informasi kepemiluan.

 

KPU Gresik belum mencapai target dalam penyerapan anggaran sesuai perencanaan. Pada catur wulan pertama yaitu hingga bulan  April tahun 2017, capaian serapannya masih 26,35 prosen. Sehingga rata-rata perbulan sekitar 7,41 prosen. Fahruddin, sekretaris KPU Gresik menjelaskan jika serapan realisasi keuangan KPU Gresik masih rendah sehingga perlu ada peningkatan serapan pada bulan-bulan mendatang. 

Masih minimnya serapan KPU Gresik karena faktor berkurangnya pegawai karena pindah/ mutasi ke KPU Kabupaten/kota lain. Pada bulan yang sama tahun sebelumnya, angka serapan lebih tinggi karena ada masukan dari jumlah gaji pegawai yang belum pindah.  Selain itu sejumlah kegiatan juga baru dibuat pertanggungjawabnnya pada bulan Mei dan Juni 2017.

“Salah satu kegiatan yang menyerap dana agak besar pada bulan April adalah pendirian Rumah Pintar Pemilu (RPP), pertanggungjawabannya baru dibuat Bulan Juni 2017,” jelas Fahruddin yang sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Senin (08/05/2017).

Beberapa kegiatan yang dapat menambah serapan anggaran adalah Dari Divisi Rencana dan Data yaitu kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, kelola kearsipan dari Divisi Hukum. Selain itu sosialisasi kepada pemilih pemula dari Divisi SDM dan Parmas juga akan menambah serapan di Bulan Mei 2017.

Ketua KPU, Ahmad Roni minta agar masing-masing divisi dan kasubag lebih intens untuk mencermati jadwal penyerapan agar sesuai jadwal. “Mari kita cermati lagi program kegiatan kita agar serapan akan maksimal sesuai dengan target perencanaan semula, tegas Roni. (kpugres/vet)

 

Salah satu siswa SMA Negeri 1 Sidayu Gresik menanyakan kenapa dalam Pemilu maupun Pilkada, TNI/Polri tidak mempunyai hak pilih. Padahal mereka adalah warga negara Indonesia dan sudah berumur 17 tahun. Berarti mereka sudah memenuhi syarat untuk memilih. 

 

Laporan SPIP, Sarana Evaluasi Kinerja

By Admin on May 02, 2017 with 0 Commnets

Divisi dan Kasubag di KPU Kabupaten Gresik segera mengkaji faktor resiko dalam melaksanakan program kegiatan yang sudah dilaksanana pada tahun 2016.  Ini salah satu keputusan rapat pleno mingguan, Selasa (2/05/2017). Pembahasan rapat ini menindaklanjuti permintaan dari KPU RI terkait Evaluasi Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) tahun 2016 pada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gresik. Menurut Maksun, Kasubag Keuangan Umum dan Logistik, KPU Gresik sudah mengirimkan laporan SPIP ke KPU RI. “Laporan kita diapresiasi oleh KPU RI, namun untuk melengkapi laporan tersebut kita akan segera mengirimkan kartu kendali dan bukti dukungnya”, jelas Maksun yang sekaligus sekretaris pokja SPIP. 

 

Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula yang dilakukan di SMK Darussalam 1 Cerme Gresik ini terasa gayeng dan hidup. Mereka yang sebagian besar sudah berumur 17 tahun itu terlihat serius dan fokus mendengarkan paparan dari salah satu anggota KPU Gresik, Elvita Yuliati.