SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KPU KABUPATEN GRESIK                                                SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KPU KABUPATEN GRESIK                                                              SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KPU KABUPATEN GRESIK                                                         SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KPU KABUPATEN GRESIK 

hoaxKPU Gresik menyerukan agar masyarakat Gresik tidak terpengaruh terhadap berita maupun informasi hoax.  Apalagi kondisi politik menjelang pemilihan/pemilu akan memudahkan orang untuk diadu domba dengan informasi atau berita yang tidak bertanggung jawab. Hal ini dikatakan Ahmad Roni, ketua KPU Gresik menanggapi maraknya tulisan di media massa (internet_red)

Ia mengingatkan agar masyarakat Kabupaten Gresik secara arif dapat memilah apakah informasi/berita itu hoax dan dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat dapat berkontribusi untuk memerangi berita HOAX di Indonesia, bekerjasama dan menciptakan konten-konten positif di dunia maya.

“Menyikapi perkembangan di media sosial,  yang seringkali meluncurkan informasi dan berita tidak benar, kami dari  KPU Gresik  menolak keberadaan berita hoax.  Karena dampaknya untuk masyarakat bangsa dan negara  sangat besat. Muaranya, dapat menggoyahkan kesatuan dan persatuan bangsa, “ ungkap Roni, Selasa (13/08/2018).

Roni menambahkan, bagaiamanapun hoax adalah berita bohong yang menyudutkan dan memfitnah perseorangan, golongan, bangsa dan Negara. Sebab didalamnya ada manipulasi data, adu domba dan perpecahan.  Sehingga pembaca harus pandai dalam memaknai suatu berita. Jika ada berita cenderung tidak masuk akal dan memfitnah, sebaiknya tidak diteruskan atau dishare ke yang lain.

“Cukup sampai di kita, distop dan jika memungkinkan, dapat dilaporkan ke pihak yang berwenang,” tandas Roni (kpugres/yayan/v)

14. Duduk sampeyanPanitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Duduksampeyan rutin melakukan evaluasi kinerja terkait tahapan Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019 yang menjadi domain tugas PPK sesuai aturan perundang-undangan. Mereka secara rutin mengkaji kinerja yang sudah dilaksanakan.Selain itu, mereka juga melakukan evaluasi terhadap Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kecamatan Duduksampeyan yang selama ini menjadi kepanjangan tanganan PPK dalam melakukan kegiatan di tingkat desa.  Selain para anggota PPK juga hadir sekretariat PPK dan PPSnya.

“Kami secara rutin mengadakan pertemuan dengan PPS dari 23 desa se-Kecamatan Duduksampeyan. Biasanya kami undang di Aula Kecamatan. Harapan kami, kegiatan ini dapat meningkatkan kinerja PPS, “ jelas ketua PPK Ahmad Khusaini.

Ia menambahkan, PPK tidak akan segan-segan memanggil PPS dan sekertariatnya yang dianggap kinerjanya lamban. Karena kelambanan mereka dalam bekerja akan menjadi rantai yang bekesinambungaan ikut melambankan semuanya. Padahal PPK selalu dikejar deadline tahapan untuk tepat waktu.

“Kalau PPS lambat kinerjanya, otomatis laporan-laporan dari desa tersebut ikut terlambat sehingga akan mempengaruhi laporan secara keseluruhan hanya ulah dari 1 atau 2 anggota PPS yang lemot,” pungkas Ahmad.(kpugres/vet)  

Jumlah Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018 di Kecamatan Panceng sudah ditetapkan dalam rapat pleno di tingkat  PPK yaitu sebanyak 39.085 orang.  Rinciannya,  jumlah pemilih laki-laki 19.456 orang dan perempuan 19.629 orang.  Sehingga jumlahnya naik 1,43 prosen jika dibanding dengan jumlah pemilih pada  Pilkada  serentak  tahun 2015 lalu yang berjumlah 38.535 orang.Pleno yang dilaksanakan di aula kantor Kecamatan Panceng pada hari Jumat, tanggal 9 Maret 2018  pukul 19.00 WIB tersebut dihadiri Panwascam, dan perwakilan anggota PPS se-Kecamatan Panceng.

“Data Pemilih ini akan kami limpahkan ke KPU untuk ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Semetara (DPS),” kata  Suharman, ketua PPK Panceng.

Ia memberikan arahan kepada PPS bahwa tugas penyelenggara temasuk PPS masih panjang.   Setelah DPS ditetapkan, selanjutnya adalah mengumumkan kepada masyarakat.  Sebab dimungkinkan masih adanya perubahan-perubahan, sehingga Daftar Pemilih yang diplenokan saat ini bisa bertambah atau berkurang.

“Kami mohon seluruh Jajaran PPS untuk proaktif dalam masalah data ini, karena tiap ada pemilihan/pemilu, yang dipermasahkan ada kevalidan data pemilih.  Selain itu KPU sudah mentargetkan jumlah partisipasi masyarakat yang mencoblos, sehingga jumlah data dan pemilih yang valid akan berpengaruh,” ujar Suharman mantab. (kpugres/panceng/v)

STIE Sidayu RPPKomisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik, menerima kunjungan mahasiswa STEI Kanjeng Sepuh Sidayu. Sebanyak 20 mahasiswa diterima di Rumah Pintar Pemilu (RPP) Raden Paku dari pukul 11.00 hingga 13.00 WIB, mereka ingin mengetahui langsung bagaimana sistem dan tata kelola pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada), serta hearing dan tanya jawab dengan komisioner, dan jajaran KPU Kab. Gresik, Kamis (8/3/2018). Dalam kesempatan ini, mahasiswa diberi waktu untuk melihat isi RPP, serta beberapa penayangan film dokumenter kegiatan yang telah dilaksanakan oleh KPU Gresik. Acara yang dilangsungkan di RPP itu digawangi oleh Komisioner KPU Gresik, Makmun dan Kasubag Teknis, Suyono.

“Terima kasih sudah mengunjungi RPP dan melihat-lihat isi RPP, dan juga sudah melihat video kegiatan. Sehingga kalaupun tanpa menjelaskan terkait demokrasi dan kepemiluan, semua sudah tersaji dalam gambit dan audio visual, ” ujar Suyono.

Ia menjelaskan bahwa dalam RPP para mahasiswa dapat melihat aktivitas dan proses pemilu dari tiap tahapan dari mulai pemilu 1955 hingga pemilu 2014. Dalam RPP, hal-hal terkait sejarah, mekanisme dan hal teknis tentang pemilu digambarkan secara komprehensif dalam beberapa dokumen foto.

Makmun pada kesempatan terpisah mengatakan, kunjungan mahasiswa ini adalah bagian dari pendidikan pemilih dan sosialisasi.  Ia memberikan materi tentang sosialisasi pemilu dan demokrasi.

 “Proses pemilu itu adalah satu sarana atau wadah dalam sebuah mekanisme demokrasi untuk memilih satu pemimpin dalam kurun waktu tertentu dan dilaksanakan secara beradab,“ jelas Makmun.

Setelah paparan dari Komisioner KPU Divisi SDM dan Hupmas, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para Mahasiswa antusias menanyakan berbagai hal mengenai KPU. Acara ditutup dengan saling bertukar cenderamata dan berfoto bersama. (kpugres/yayan/v)

stake holder (1)

 

Menindaklanjuti ketentuan Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota, KPU Gresik mengundang stake holder dalam rangka untuk berkordinasi tekait pemasangan alat peraga kampanye (APK), Kamis (8/3/2018). Hadir dalam acara tersebut selain anggota KPU Gresik juga wakil dari Polres Gresik, BPPKAD Gresik, Dinas Penanaman Modal, Kantor Satpol PP dan Ketua Panwaslu Kabupaten Gresik. Mereka berdiskusi untuk memberikan masukan terkait pemasangan baliho APK yang akan dipasang oleh KPU Gresik.

“Kami dari KPU berkewajiban membuat dan memasang 5 buah baliho APK untuk 2 pasangan calon peserta Pilgub 2018, sedangkan terkait untuk menentukan titik-titik dimana akan dipasang harus berkordinasi dengan instansi terkait,“ ujar ketua KPU Gresik, Ahmad Roni.                                                                                  

Kordinasi dengan instansi terkait ini untuk menyamakan persepsi, dimana pemasangan baliho itu dilihat dari segi peraturan perundangan. Baik peraturan pemilihan maupun peraturan pemerintah setempat. Juga dilibatkan dari polres untuk kordinasi terkait pengamanannya.

“Yang penting, penempatan itu tidak melanggar aturan dan dari segi keamanan maupun strategisitas-nya terpenuhi,” jelas Imron Rosyadi, Ketua Panwaskab Gresik.

Hasil dari rapat tersebut ada 5 titik yang disepakati yaitu Alun-alun Sidayu, Terminal Bunder sebelah selatan menghadap timur. Perempatan Bringkang Menganti geser 50 meter, perempatan Nippon paint, masih dalam survey, kawasan I Love GKB dan cadangan di perempatan Legundi.

“Kami segera mensurvey usulan lokasi ini, semoga usulan tersebut sesuai dengan harapan semuanya,“  tegas Makmun, anggota KPU Divisi SDM dan Parmas (kpugres/kho/vet)