SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KPU KABUPATEN GRESIK                                                SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KPU KABUPATEN GRESIK                                                              SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KPU KABUPATEN GRESIK                                                         SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KPU KABUPATEN GRESIK 

Dana Hibah Harus Dipertanggungjawabkan

By Admin on Dec 08, 2017 with 0 Commnets

Pembiayaan Tahapan Pemilihan atau Pilkada, bersumber dari dana hibah. Jika Pemilihan Bupati/Walikota, dana hibah bersumber dari APBD Kabupaten/Kota setempat. Sedangkan untuk Pemilihan Gubernur, pendanaan dari hibah APBD provinsi.

KPU sebagai instansi penerima dana hibah harus bertanggung jawab terhadap pengelolaan dana tersebut.  Dasar pengelolaan keuangannya adalah akuntabilitas. Pernyataan ini disampaikan Adiwijaya Bakti, Inspektur KPU RI, saat Bimtek Pengelolaan Dana hibah di Hotel Garden Palace Surabaya, 7 – 8 Desember 2017. Pesertanya dari KPU se-Jatim. Yang hadir adalah Ketua, Divisi Keuangan, Umum  dan Logistik, Sekretaris, Bendahara, Bendahara Pembantu Pengeluaran dan Pejabat Pembuat Komitmen dari masing-masing KPU Kabupaten/kota se-Jatim.

 “KPU adalah penerima amanah untuk menjalankan suatu fungsi penegakan demokrasi, falisitasi legislative dan eksekutif. Untuk itu kita diberi kewenangan teknis dan sumber daya.  Baik terkait uang maupun orangnya, ’ ujar Adiwijaya.

Oleh karena itu, lanjut Adiwijaya, titipan itu harus dipertanggungjawabkan ke pemberi amanah. Dengan konsep akuntabilitas meminta kita wajib memberikan penjelasan atas suatu transaksi.

“Disini, di setiap transaksi harus bisa kita pertanggungjawabkan. Ada kinerja ada asas moralitas dan amanah publik. Beda dengan hanya sekedar dibelanjakan. Salah satu indikatornya adalah dilaksanakan dengan integritas. Yaitu Konsistensi antara tindakan nilai dan prinsip, “ tambahnya.

Yang terpenting lagi, kata Adiwijaya, mentaati standar-standar yang berlaku. Berhati-hati dengan kekeliruan pembayaran dobel, pembatasan honor nara sumber misalnya jika sudah masuk pokja berarti tidak boleh dibayarkan, bukti perjalanan dinas yang lengkap dan masih banyak lagi. (kpugres/vet)

KPU Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kehumasan, Media Center dan Pelayanan Infomasi Pilgub Jatim 2018. Pesertanya semua anggota KPU Divisi SDM dan Parmas Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dan staf.

Menurut Ketua KPU Propinsi Jawa Timur, Eko Sasmito dalam sambutannya mengatakan bahwa penyampaian informasi dalam Pilgub Jatim adalah prioritas. Semua elemen masyarakat membutuhkan dan merupakan keharusan bagi jajaran KPU di Jawa TImur untuk membangun kemampuan dalam bidang ini.

"KPU telah siap melaksanakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Bupati dan Wakil Bupati dan Walikota dan Wakil Walikota. Konsekuensi dari apa yang telah kita deklarasikan adalah kita harus secara maksimal dalam memberikan informasi kepada masyarakat yang menjadi bagian tanggungjawab kita dalam transparansi dan akuntabilitas,” tegas Eko.

Harapan Eko, melalui Bimbingan Teknis tersebut, Divisi SDM dan Parmas dapat meningkatkan pengelolaan website di KPU Kabupaten/Kota. Sehingga dapat lebih mengembangkan program kehumasan, pembuatan artikel, esai atau materi pemberitaan dapat lebih baik sehingga benar-benar memberikan edukasi kepada masyarakat secara luas.

Kegiatan ini berlangsung di Ijen View Hotel & Resort Bondowoso pada hari Senin-Selasa (4-5/12/2017) (kpugres/mun/v)

Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Gresik diambil sumpahnya oleh Ketua KPU Kabupaten Gresik Achmad Roni.  Total anggota PPS di Kabupaten Gresik sejumlah 1068 orang. Tetapi yang diambil sumpahnya secara bersamaan hanya di wilayah daratan.  Sedangkan PPS yang berada di Pulau Bawean didelegasikan untuk dilantik oleh PPK setempat, Kamis (30/11/2017).pps

Penandatanganan Pelantikan ini diwakili oleh 2 orang PPS dari Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas. Selanjutnya mereka juga membacakan Pakta integritas.  Isinya, sumpah dan janji mereka dalam  pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018. Diantaranya harus menjaga integritas, Transparansi dan menjaga netralitas terhadap Peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018.

Ketua KPU Gresik, Ahmad Roni mengingatkan bahwa sumpah yang diambil angggota PPK  ini mengandung tanggung jawab terhadap bangsa dan negara, tanggung jawab menyelamatkan Pancasila dan UUD 1945 serta kesejahteraan rakyat Indonesia. Terpenting lagi  adalah tanggung jawab kepada Allah SWT karena manusia hanya mengetahui apa yang nampak dari ucapan dan perbuatan saja. Tetapi Allah tahu hingga relung hati manusia.

“Mulai hari ini anda resmi menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan se-Kabupaten Gresik, “Kami yakin bahwa saudara adalah yang terbaik, sehingga mampu dalam melakanakan tahapan pemilihan. Ingat, dalam pakta integritas yang anda uicapkan.  “ ujar Roni setelah pelantikan. 

Sedangkan masa tugas anggota PPS adalah sejak pelantikannya sampai dua bulan setelah pelaksanan Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Tahun 2018.

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Jalan Jagung Suprapto ini disaksikan juga oleh Perwakilan dari Kepolisan. Perwakilan dari Kodim 0817, Kepala Kantor Kesbang Linmas serta Ketua PPK se-Kabupaten Gresik (kpugres/vet)

pelantikan ppk1Ketua KPU Kabupaten Gresik Achmad Roni melantik dan mengambil sumpah/janji Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Se-Kabupaten Gresik dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Tahun 2018, Kamis (23/11/2017) di Aula Hotel Pesonna Gresik. Dalam pelantikan, Roni mengingatkan bahwa sumpah yang akan diambil angggota PPK  ini mengandung tanggung jawab terhadap bangsa dan negara, tanggung jawab menyelamatkan Pancasila dan UUD 1945 serta kesejahteraan rakyat Indonesia. Terpenting lagi  adalah tanggung jawab kepada Allah SWT karena manusia hanya mengetahui apa yang nampak dari ucapan dan perbuatan saja. pelantikan ppk2Tuhan Allah mengetahui apa yang nampak dan apa yang tersembunyi. Untuk itu 90 PPK yang dilantik ini harus menjunjung tinggi profesionalitas dan keadilan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil  Gubernur Jatim 2018. “Mulai hari ini anda resmi menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan se-Kabupaten Gresik, mungkin Panwas, Pejabat dan manusia tidak mengawasi tetapi Tuhan Yang Maha Esa selalu mengawasi kita, “ ujar Roni setelah pelantikan. 

Selanjutnya salah satu perwakilan PPK membacakan pakta integritas yang isinya antara lain agar berperan secara proaktif dalam pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018. Menjaga integritas, Transparansi dan menjaga netralitas terhadap Peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018. Tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung berupa suap, uang, hadiah atau bentuk lain yang sesuai dengan keetentuan yang berlaku. Menghindari pertentangan kepentingan dalam melaksanakan tugas.“Jika saya melanggar hal-hal yang termaktub dalam Pakta Integritas maka akan siap menghadapi konsekuensi,  “ ujar PPK menirukan perwakilan membacakan Pakta Integritas.

Sedangkan masa tugas anggota PPK adalah sejak pelantikan sampai dua bulan setelah pelaksanan Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Tahun 2018.

IMG_2161Turut menyaksikan pelantikan ini Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim beserta seluruh camat se- Kabupaten Gresik, POLRES, KODIM dan utusan Partai Politik di Kabupaten Gresik.

Dalam sambutan Wabup Gresik, Mohammad Qosim berharap kegiatan pemilihan ini lancar dan sukses. Beliau yakin, di pundak penyelenggara pemilu termasuk PPK di Gresik, semua tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dapat dilaksanakan dengan baik. ‘’Beban itu berada di pundak saudara sebagai anggota Panitia pemilihan Kecamatan. Karena anda yang terpilih dari sekian banyak pelamar, maka saudara dianggap KPU Gresik adalah yang terbaik. Semoga pengabdian saudara membawa berkah dunia akhirat, “ tandas Qosim.

Acara diakhiri dengan doa untuk kesuksesan Pilgub-Wagub Tahun 2018 dan untuk keamanan, keselamatan dan kemakmuran Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta keselamatan kaum muslimin baik di dunia maupun akhirat. (kpugres/Kho/Vet)

Usai Dilantik, PPK Langsung Bimtek

By Admin on Nov 23, 2017 with 0 Commnets

Usai Pelantikan PPK untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018, KPU Gresik langsung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) di Hotel Pesonna, Jalan Panglima Sudirman Gresik. Bimtek ini sekaligus pembekalan awal untuk PPK dalam persiapan melaksanakan tahapan Pilgub 2018. Sebagai nara sumber, 5 komisioner KPU Gresik dan sekretaris untuk memberikan pengantar sekaligus sedikit pengarahan agar PPK terpilih mempunyai bekal. Sebab sebagian besar anggota PPK terpilih adalah wajah baru, dalam arti mereka belum pernah masuk dalam penyelenggara pemilu/pemilihan.

“Kami berharap PPK terpilih segera beradaptasi dan mempelajari undang-undang terkait pemiihan dan peraturan (KPU). Terutama PPK yang baru.  Sedangkan PPK lama yang terpilih kembali  juga harus mempelajari lagi, karena ada beberapa aturan yang berbeda dengan pemilihan sebelumnya,” kata Ahmad Roni, mengawali pembekalan.

Ia menambahkan, sebagai penyelenggara pemilihan dan pemilu, wajib memahami prinsip-prinsip integritas. Antara lain jujur dalam arti menyampaikan seluruh informasi sesuai fakta, mandiri yaitu bebas dan menolak campur tangan/pengaruh siapapun. Kemudian adil yang berarti menempatkan sesuai hak dan kewajiban dan memberikan perlakuan yang setara serta akuntabel dalam melaksanakan seluruh tugas dengan penuh tanggung jawab.

Pada sesi selanjutnya secara bergantian, Komisioner KPU Kabupaten Malang juga sampaikan paparan materinya. Ketua KPU dan Divisi SDM dan Parmas Santoko menyampaikan tema Sosialisasi Pemilihan, Pendidikan Pemilih dan Parmas, Taufik Divisi Keuangan, Umum dan Logistik menyampaikan tata kelola logistik Pemilihan dan Divisi Perencanaan dan Data Sofi Rahma Dewi yang menyampaikan materi seputar tata kelola data dalam Pemilihan (kpugres/vet)