SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KPU KABUPATEN GRESIK                                                SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KPU KABUPATEN GRESIK                                                              SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KPU KABUPATEN GRESIK                                                         SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KPU KABUPATEN GRESIK 

Bimtek Input Data DPS

By Admin on Mar 20, 2018 with 0 Commnets

Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se- kabupaten Gresik kembali dilaksanakan. Kali ini yang diundang adalah Ketua dan  Divisi Data. Mereka mendapatkan pendalaman terkait input data Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada aplikasi sistem informasi data pemilih (Sidalih) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur  Tahun 2018.

Bimtek ini ini dilaksanakan di Aula KPU Kabupaten Gresik pada hari selasa, 20 Maret 2018 mulai jam 9.00 Wib hingga selesai. Sebagai nara sumber yaitu Anggota KPU Gresik Divisi Perencanaan dan Data Abdullah Sidiq Notonegoro dibantu oleh Kasubbag Program dan Data, Gelar Pratama.

Menurut  Sidik,  input DPS ke aplikasi Sidalih harus selesai pada hari selasa, 20/03/2018 sesuai dead line dari KPU RI. “Selain itu, bimbingan teknis ini  juga sebagai persiapan pengumuman DPS beberapa hari mendatang,” jelasnya.

Tampak dalam bimtek, anggota PPK yang hadir terlihat serius dan teliti melakukan input data DPS ke aplikasi Sidalih.  Sebagian dari mereka melakukan penyeragaman data, seperti penulisan RT dan RW yang sebelumnya satu digit menjadi tiga digit sehingga data menjadi lebih rapi sesuai dengan petunjuk teknisnya, dan penyeragaman data yang lain (kpugres/kho/v)

22. BalongpanggangPanitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Balongpanggang tidak main-main terkait pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih di wilayahnya. Akhir dari proses coklit lalu, mereka melakukan koordinasi dengan sekretaris dan PPS se-kecamatan Balongpanggang dalam rangka pendampingan tata cara melakukan rekap dan pelaporan tahap terakhir pendataan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kualitas data yang valid.

Anton Subagyo, ketua PPK berpesan kepada PPS agar benar-benar serius dalam melakukan pendataan, karena data-data yang didapat akan sangat menentukan kualitas suatu pemilihan.

“Waktu kita tidak banyak, mohon segera merapikan hasil coklitnya, agar tidak terjadi kesalahan,” ujar Anton saat pertemuan dengan PPS se-Kecamatan Balongpanggang.

Saat itu  PPDP melakukan koordinasi akhir dengan Ketua RT/RW terhadap hasil coklit yang dilakukan, dengan menggunakan formulir A-KWK. Selanjutnya Ketua RT/RW akan  melakukan pengecekan terhadap pemilih yang terdaftar dalam Formulir A-KWK dan A.A-KWK pada wilayah kerjanya.

“Apabila RT/RW menemukan ada data pemilih yang tidak cocok atau keliru, tidak lengkap dan belum terdaftar, PPDP harus mendatangi rumah pemilih tersebut untuk dicoklit ulang,” jelas Arif Aini, Anggota PPK Balongpanggang Divisi Data.

Setelah PPDP berkoordinasi dengan RT/ RW maka PPDP merekapitulasi hasil coklit PPDP selama 30 hari tersebut dituangkan dalam laporan Hasil Coklit PPDP yaitu Formulir A.A.3- KWK.  PPK Balongpanggang memberi toleransi hingga  pukul 24.00 WIB. .

“Selanjutnya, setelah PPS menerima hasil coklit dari PPDP maka selama 14 hari, tanggal  19 Februari sampai 4 Maret 2018 PPS menyusun daftar pemilih hasil pemutakhiran (DPHP) yang tetap dibantu oleh PPDP dengan membuat softcopy.

“Pemilih yang tidak memenuhi syarat, pemilih baru, perbaikan data pemilih yang berbasis TPS, dengan menggunakan formulir Model A.B-KWK. Terhadap pemilih yang tidak mempunyai KTP-e atau belum dapat dipastikan kepemilikan KTP-e atau surat keterangan atau dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Capil) setempat, PPS menyusun daftar pemilih tersebut menggunakan formulir A.CKWK,” lanjut Arif.

Langkah selanjutnya, PPS menyusun DPHP dengan menggunakan formulir Model A.B.1-KWK. Setelah itu ada waktu 14 hari PPS menyusun DPHP dan PPS segera mengadakan rapat pleno terbuka dalam rangka merekapitulasi daftar pemilih hasil pemilutakhiran dengan menggunakan formulir A.C.1-KWK. (kpugres/syamsul/v)

Pleno APK

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur JawaTimur 2018 tinggal tiga bulan lagi. Tahapan kampanye sudah dimulai, KPU Kabupaten Gresik mengundang Tim Sukses Pasangan Calon untuk berkoordinasi terkait Alat Peraga Kampanye, pada Jum’at pagi 16 Maret 2018. Rakor berlangsung di Aula KPU Gresik dihadiri oleh Partai Politik yang menjadi pendukung dua pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. Tim Sukses pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dan Tim sukses pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.Acara tersebut dihadiri oleh seluruh anggota KPU kabupaten Gresik, ketua Panwaskab Gresik, unsur kepolisian dan unsur Satuan Polisi Pamong Praja dan tim pokja divisi kampanye KPU kabupaten Gresik.

KegiatankoordinasitersebutdibukaolehKetua KPU Gresik, Akhmad Roni, iamenyampaikanterimakasihataskehadiran para undangan, terkait PKPU No. 4 Tahun 2017, beberapahalperludidiskusikanbersama.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait PKPU No. 4 tahun 2017 yang perlu dilakukan tim sukses pasangan calon, KPU hanya bisa memfasilitasi. Harapannya perwakilan tim kampanye paslon berdiskusi bersama agar pelaksanaan kampanye bisa berjalan lancar, "imbuhnya.

Ditambahkannya, secara teknis pada aturan KPU yang berlaku sekarang, KPU sediakan alat peraga dan setiap pasangan calon juga bisa memasang dengan kuota tertentu. Prosentasenya yang diatur 150 prosen. Sebagai misal, KPU sediakan 5 alat peraga maka paslon bisa membuat 7 peraga.

Selanjutnya jalannya rakor, Kegiatan Koordinasi tersebut dipimpin oleh Anggota KPU Gresik Divisi SDM dan Parmas, Makmun, ia mengapresiasi terhadap para undangan yang hadir. Kegiatan bertujuan untuk menggali masukan-masukan yang perlu didiskusikan bersama terkait titik lokasi alat peraga kampanye, dan tambahan yang dicetak oleh masing-masing tim Paslon.

“Dari 129 hari efektif ada 10 hari libur nasional yang menjadi kesepakatan pada hari itu untuk break kampanye, “ jelasnya.

Ketua Panwaskab Gresik, Imron menyampaikan terkait pendirian posko kemenangan, bahwasannya Panwaskab mempersilahkan KPU dan tim kampanye paslon untuk membuat kesepakatan. “Terkait keberadaan mobil branding tidak diperbolehkan karena berupa stiker berukuran 5x10cm sesuai dengan ketentuan yang diatur,” tambahnya.

Kegiatan koordinasi berjalan lancar dan para undangan begitu antusias menyampaikan usulannya, penjelasan sangat gamblang disampaikan anggota KPU Gresik divisi SDM dan Parmas, Makmun.

(Kpugres/Yayan)

pleno dps (1)

Akhmad Roni Ketua KPU Gresik membuka Rapat Pleno Terbuka Penetapan Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) dan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018. Pleno tersebut berlangsung di Aula KPU Kabupaten Gresik pada hari Kamis (15/3/2018).Roni menjelaskan, pleno tersebut merujuk pada PKPU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Daftar Pemilih Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018.

"Hasil DPHP ini merupakan hasil coklit dari tingkat PPDP, yang ditetapkan oleh PPS dan PPK, selanjutnya kita plenokan di tingkat kabupaten," terangnya.

Rapat Pleno tersebut dilaksanakan secara terbuka dan dihadiri oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panwas Kabupaten Gresik, Tim Kampanye dua Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur JawaTimur, perwakilan dari Kesbangpol serta perwakilan dari dinas Kependudukan Catatan Sipil dari jajaran Pemerintah Daerah.

Peserta rapat pleno berasal dari 18 kecamatan di Kabupaten Gresik, minus dua kecamatan dari Pulau Bawean yang menghadiri pada pleno tersebut dikarenakan letak geografis wilayahnya. Khusus dua kecamatan di Pulau Bawean harus melaporkan dengan video teleconference dengan disaksikan bersama anggota KPU beserta PPK yang lain di Aula KPU Gresik.

Selanjutnya pleno pemaparan DPHP dan DPS dari PPK se-Kabupaten Gresik dipimpin oleh komisioner KPU Div. Program Data Abdullah Sidiq, jalannya pleno masing-masing PPK menyampaikan hasil Rekapitulasi daftar pemilih di tingkatkecamatan, secara bergantian sesuai arahan dari Sidiq.

DPS Kabupaten Gresik yang telah ditetapkan 15Maret 2018 berjumlah 908.540 pemilih, Dengan rincian untuk pemilih laki-laki sebanyak 452.488 orang, sedangkan untuk pemilih perempuan sebanyak 456.052 orang, dengan total TPS sebanyak 2.210 dari 356 kelurahan/desa.

 

(Kpugres/Yayan)

foto skripsi

Qurotul Fitriyani, salah satu mahasiswi jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), mengambil tema Rumah Pintar Pemilu Raden Paku milik KPU Gresik. Materi yang diinventarisasi terkait keberadaan RPP, tujuan didirikan, hingga apa yang disajikan di dalam RPP. Untuk melengkapi materi yang sudah terinventarisasi, Qurotul melakukan wawancara dengan Makmun, Anggota KPU Divisi SDM dan Parmas, Divisi yang membidangi. Mereka wawancara dan berdialog terkait RPP. “Saya mengapresiasi inisiatif Qurotul Fitriyah dalam menyelesaikan skripsi pada tugas akhir studinya mengambil tema Rumah Pintar Pemilu (RPP) Raden Paku,” jelas Makmun.

Dalam wawancaranya, Makmun menjelaskan, terkait asal usul pendirian RPP Raden Paku.  Sejarah pemilu dari tahun 1995 hingga 2014, kemudian aktifitas edukasi terhadap masyarakat, dan simulasi coblos. “Semua yang saya jelaskan sudah tersaji di ruang RPP, wawancara ini untuk lebih menegaskan dan menambahkan gambaran materi sosialisasi dan pendidikan pemilih bagi masyarakat, pemilih pemula dan disabilitas,” urai Makmun.

Ia juga tidak lupa menjelaskan perlunya menjadi pemilih cerdas. Pemilih cerdas yang dimaksud adalah pemilih yang memiliki pengetahuan, kesadaran serta berpartisipasi dalam Pemilu yang diselenggarakan oleh KPU. Sedangkan program RPP Raden Paku ada 3, yaitu Sosialisasi ke SMA Sederajat dan Perguruan Tinggi yang ada di Kabupaten Gresik. Selain mensosialisasikan bagaimana menjadi pemilih yang cerdas juga mengenalkan RPP milik KPU Gresik ini. Kedua yaitu KPU Goes To School dengan mendatangi Sekolah maupun Perguruan Tinggi untuk melakukan pendidikan Pemilih serta membagikan brosur. Terakhir adalah menerima kunjungan di RPP dari elemen masyarakat, termasuk siswa/mahasiswa. 

Terpisah, Suyono, Kasubag Teknis Pemilu dan Hupmas menjelaskan perihal teknis berkunjung di RPP.  Pengunjung dapat berasal dari sekolah, organisasi, lembaga maupun perorangan. “Kami persilahkan melihat-lihat sekeliling ruang RPP,  tanya jawab dan  pemutaran video dokumenter tentang kegiatan yang telah dilaksanakan oleh KPU Gresik.  (kpugres/niah/v)